DEMAM BERDARAH JOGJA : Nyamuk Berbakteri Wolbacia Segera Disebar di Jogja

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 18 Februari 2016 23:55 WIB
DEMAM BERDARAH JOGJA : Nyamuk Berbakteri Wolbacia Segera Disebar di Jogja

JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.

Demam berdarah Jogja diatasi dengan nyamuk berbakteri wolbacia

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja akan mengikuti langkah Kabupaten Sleman dan Bantul menerapkan Eliminate Dengue Program (EDP) yang dianggap sukses menanggulangi penyakit demam berdarah dengan menebar nyamuk yang sudah terkontaminasi bakteri wolbachia. (Baca Juga :http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/17/demam-berdarah-jogja-sultan-minta-kota-disebari-nyamuk-691959"> DEMAM BERDARAH JOGJA : Sultan Minta Kota Disebari Nyamuk)

Rencananya program ini mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun ini, "Kami sudah mensosialisasikan juga ke semua puskesmas-puskesmas," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja, Agus Sudrajat, saat dihubungi, Kamis (18/2/2016).

Namun, program EDP hasil kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini yang diterapkan dengan menyebar larva nyamuk yang sudah mengandung wolbachia. Hal itu berbeda dengan di Bantul dengan menyebarkan nyamuk yang sudah dewasa.

Lokasi ujicoba penyebaran larva nyamuk yang mengandung wolbachia adalah di hampir semua kecamatan karena semua wilayah Kota Jogja diakuinya endemik demam berdarah. Namun prosesnya secara bertahap, diawali dari Jogja bagian barat, mulai dari Tegalrejo sampai ke selatan. Kemudian Jogja bagian tengah, dan selanjutnya Jogja bagian timur.

"Di antara lokasi penyebaran ada yang dikosongkan sebagai bahan pembanding," kata Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online