Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Sapto Sukandar menujukkan soto gertak di warungnya, Jalan Tentara Pelajar, Wates, Kulonprogo, Senin (15/2/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Kuliner Kulonprogo di sekitar Kota Wates.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Soto adalah makanan yang populer di berbagai daerah. Meski demikian, makanan berkuah ini memiliki tampilan dan cita rasa yang beragam. Nah, jika sedang berada di wilayah Kota Wates, Kulonprogo, tidak ada salahnya mampir ke warung soto gertak di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Wates.
Gertak adalah singkatan dari seger tur enak. Pemilik warung, Sapto Sukandar memilih singkatan itu dengan harapan agar sotonya menarik perhatian konsumen. Namun, bukan itu saja jurus yang dia siapkan. Gurih dan kentalnya kuah soto juga menjadi andalan Sapto yang setiap hari mampu menjual setidaknya 200 porsi. Harganya juga terjangkau, yaitu Rp6.000 untuk soto ayam, soto babat Rp7.000, dan soto sapi Rp8.000.
“Harganya bisa menyesuaikan kalau ada pembeli yang mau campuran, misalnya ayam dan babat atau lainnya,” kata Sapto, Senin (15/2/2016).
Selain bumbu dasar, Sapto juga menambah sejumlah rempah lain dalam racikan kuah soto gertak. Diantaranya kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan mesoyi.
“Biar tambah segar, saya juga tambahkan perasan air mentimun. Saya coba bereksperimen dan ternyata enak,” ujar dia.
Sapto sudah berjualan soto gertak selama lima tahun. Awalnya, dia hanya membuka lapak sederhana untuk yang hanya muat untuk gerobak dan beberapa meja serta kursi makan. Dia lalu memberanikan diri untuk mengikuti program kredit usaha rakyat (KUR) dari sebuah bank dan memperbesar usahanya dengan menyewa kios di belakang lapaknya dulu. Penghasilannya jadi meningkat karena mampu menerima lebih banyak pembeli.
“Biasanya soto sudah ludes selepas jam makan siang,” ungkap pria 38 tahun itu.
Salah satu konsumen, Muhammad Zigaz mengaku sudah beberapa kali datang ke warung soto gertak. Biasanya, dia datang menjelang tengah hari sebelum kehabisan.
“Harganya murah tapi rasanya enak. Kuahnya lebih terasa gurih dan kental,” ucap Zigaz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.