Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Seorang pedagang melayani pembeli di Pasar Argosari. Jelang Ramadan, bawang merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi. Jumat (22/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Kantong plastik berbayar masih belum diterapkan di pasar tradisional
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat belum mengetahui kebijakan pemerintah terkait kebijakan mengurangi penggunaan kantong plastik. Mereka juga belum mengetahui soal kantong plastik berbayar. Sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat mendukung kebijakan tersebut.
Dari pantauan Harianjogja.com, di pasar-pasar tradisional masyarakat masih banyak menggunakan kantong plasik. Mereka belum sepenuhnya mengetahui kebijakan pengurangan kantong plastik tersebut. Penggunaan kantong plastik masih biasa dilakukan sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah.
Pedagang tetap memberikan kantong plastik kepada konsumen. Beberapa barang dagangan bahkan lebih dulu dibungkus dengan kantong plastik. Pembeli tidak harus membayar lagi untuk sebuah kantong, karena pedagang memberikan dengan cuma-cuma.
"Saya tidak tahu kalau ada aturan itu. Kebanyakan ya minta plastik. Kalau tidak pakai plastik lalu mau dibungkus pakai apa?" tanya Jumanah, salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Sleman, Senin (22/2/2016).
Dalam sehari, Jumanah bisa menghabiskan satu bungkus kantong platik berukuran sedang. Itu belum termasuk plastik bening yang digunakan untuk membungkus dagangannya.
"Kalau yang beli jumlahnya sedikit, sebenarnya rugi. Soalnya kantong plastik ini gratis. Kalau ada yang beli biasanya kantor plastik ukuran besar. Harganya Rp1.000," katanya.
Hal sama juga terjadi di pasar tradisional lainnya. Untuk satu kantong plastik ukuran kecil, pedagang biasa membeli antara Rp8.000 hingga Rp10.000 berisi 50 kantong.
"Biasanya banyak yang minta plastik kalau sudah beli. Saya juga nggak mungkin ngasih baju ini kalau nggak dibungkus. Sudah biasa," ujar Sularto penjual pakaian di Pasar Colombo.
Meski demikian tidak semua pembeli minta kantong plastik. Ada juga yang membawa tempat belanja sendiri. Rista, misalnya, warga Trimulyo, Turi tersebut mengaku sudah biasa membawa tas kain untuk belanja. Kecuali untuk daging, ia tetap minta pedagang membungkus dengan plastik. "Kalau dilarang ribet juga ya. Masak harus ditenteng?" tanya Rista.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.