Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi perumahan (Rachman/JIBI/Bisnis)
Perumahan di Sleman semakin marak, warga mengkhawatirkan ketersediaan air bersih
Harianjogja.com, SLEMAN- Maraknya pembangunan di wilayah Sleman dikhawatirkan mengancam keberadaan mata air. Jika pembangunan dilakukan serampangan dan tidak dikendalikan, dikhawatirkan mengancam ketersediaan air.
Pengelola mata air di kawasan Sendangadi, Sleman Agus Suwandono mengatakan, maraknya pembangunan perumahan di kawasan tersebut mengancam keberadaan mata air di wilayah tersebut.
Menurutnya, sumber air di kawasan tersebut merupakan hak milik warga. Bukan tidak mungkin, warga yang memiliki sumber air tersebut akan menjualnya kepada para investor maupun pengembang perumahan.
Agus menegaskan, Sleman merupakan daerah penyangga air untuk wilayah DIY terutama di kawasan selatan. Jika debit air di Sleman terus menurun akibat pembangunan maka hal itu dapat mengancam daerah lainnya. Kondisi tersebut diperparah dengan berkurangnya akibat menyusutnya tumbuhan dan lahan hijau.
”Permasalahan ini membutuhkan solusi dari pemerintah. Pemkab bisa membeli lahan mata air itu," jelas Agus saat mengikuti sarasehan memperingati hari air sedunia yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Sleman, Selasa (29/3/2016).
Hal senada disampaikan pengelola mata air Sibedug, Margodadi, Seyegan, Jumari. Dia mengatakan, kawasan lahan hijau harus dipertahankan untuk menjaga debit air. Jika debit air terus menyusut bukan hanya warga Sleman saja yang kekurangan tetapi juga warga daerah lainnya.
"Keberadaan mata air di Sleman cukup beraneka ragam. Selain untuk kebutuhan masyarakat, sumber-sumber mata air yang ada bisa menjadi sumber penghasilan melalui pariwisata," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.
Thomas Sugiarto Oentoro resmi menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia. Simak profil, perjalanan karier, pendidikan, dan susunan direksi terbaru.