Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Bantul, Suharsono mererima pejelasan dari Kepala Program Studi Magister Teknik Geologi UPN Yogyakarta, Dr. C. Prasetyadi saat melakukan kunjungan ke lokasi Sesar (patahan) Opak di Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (09/04/2016). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Napak Tilas Gempa Jogja 2006. Sejumlah akademisi meminta kepada pemerintah agar kawasan patahan i
Kawasan rawan bencana gempa bumi diusulkan menjadi kawasan geoheritage
Harianjogja.com, BANTUL-Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja merekomendasikan beberapa lokasi rawan bencana gempa bumi di Jogja sebagai kawasan geoheritage, hal tersebut direkomendasikan karena dirasa penting sebagai sumbangsih ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Rektor UPN Prof. Sari Bahagiarti mengatakan dengan dijadikan sebagai kawasan geoheritage, maka kawasan tersebut akan memiliki nilai ilmu pengetahuan yang sangat tinggi dan luar biasa karena dapat merepresentasikan rangkaian-rangkaian rekaman tahapan geologi.
"Sehingga masyarakat akan memiliki pemahaman yang baik terkait potensi bencana alam gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Selain itu nantinya kawasan ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata minat khusus yang juga dapat mengembangkan bidang pariwisata," papar Profesor Sari saat meninjau lokasi sesar opak di Dusun Kembangsono, Trimulyo, Bantul, Sabtu (9/4/2016).
Sementara itu kawasan sesar atau patahan Opak yang ditinjau dalam kegiatan Napak Tilas Gempa Yogyakarta Kuno-Sekarang itu disebut-sebut sebagai lokasi sumber gempa dengan kekuatan 5,9SR yang terjadi pada 27 Mei 2006 lalu.
Sari menambahkan, selama ini beberapa lokasi yang rawan bencana gempa bumi tersebut memang belum banyak disadari oleh berbagai kalangan, padahal menurutnya di kawasan rawan gempa seperti patahan Opak di Bantul sangat potensial dikembangkan sebagai tempat wisata.
"Yang terpenting ada semacam sosialisasi kemasyarakat dan memberikan plang atau imbauan keterangan dalam papan yang mudah dibaca, dan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat tentunya," ujarnya.
Ia menambahkan selain patahan yang menjadi sumber gempa berada di wilayah DIY, terdapat pula patahan-patahan lain seperti yang sewaktu-waktu juga bisa menyebabkan terjadinya bencana gempa bumi berada antara lain di Pacitan Jawa Timur, dan di Cimandiri Jawa Barat.
“Dari beberapa lokasi patahan tersebut menurut para ahli yang paling besar memang terdapat di wilayah Bantul atau yang disebut sebagai patahan Opak sehingga wilayah ini memang seharusnya sangat diwaspadai,”paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
UMK Gunungkidul 2027 mulai dibahas. Upah saat ini Rp2.468.378 per bulan, sementara buruh berharap indikator penetapan berubah.