New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Seorang awak angkudes tengah menunggu penumpang di Terminal Prambanan, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Nasib angkutan umum di Sleman hanya tinggal menunggu waktu
Harianjogja.com, SLEMAN- Keberadaan transportasi massal seperti angkutan desa (angkudes) membutuhkan perhatian pemerintah. Jika tidak pemerintah tidak turun tangan, bisa dipastikan banyak pengusaha angkudes yang gulung tikar.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sleman Juriyanto mengatakan, tantangan transportasi umum ke depan sangat berat. Selain masalah tarif, pelaku usaha di bidang ini juga menghadapi banyak persoalan.
Salah satunya, pertumbuhan kendaraan bermotor terutama roda dua yang setiap tahun semakin meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada semakin turunnya pendapatan pelaku usaha angkudes.
Dia mencontohkan, saat ini setoran per hari untuk angkudes rata-rata Rp40.000 saja. Kondisi tersebut terjadi lantaran minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi angkudes terus menurun. Belum lagi saat ini banyak transportasi massal sepeda motor berbasis online.
Baik langsung maupun tidak, hal itu dapat memengaruhi keberadaan transportasi massal. "Kalau ini dibiarkan, pemerintah tidak turun tangan, maka akan banyak pengusaha angkudes yang kolaps," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (20/4/2016).
Dia memberikan data, saat ini jumlah angkudes yang terdaftar di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman berjumlah 144 unit. Namun faktanya, beroperasi hanya 94 unit saja. Sekitar 50 unit sudah tidak beroperasi lantaran sepinya penumpang yang menggunakan jasa angkutan massal.
"Kalau tidak ada perhatian pemerintah seperti subsidi atau pinjaman lunak, ini sangat berat. Angkudes bisa mati suri," ujarnya.
Sejatinya, Organda bertahun-tahun lamanya menyuarakan itu. Sayangnya, sampai saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan Angkudes.
"Ini persoalan lama yang belum dilakukan pemerintah. Maaf, sekali lagi, jika pemerintah tidak turun tangan, maka nasib Angkudes tinggal menunggu waktu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.