Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Embung Gunung Panggung, Desa Tambakromo, Ponjong, Rabu (27/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Embung Gunung Panggung masih dalam proses pembangunan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul menilai proses pembangunan Embung Gunung Panggung, di Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong belum selesai seluruhnya. Sebagai dampaknya keberadaan embung belum berfungsi secara maksimal.
Kepala DPU Gunungkidul Eddy Praptono mengakui ada beberapa kerusakan terhadap lapisan geomembrane, tetapi kerusakan tersebut sudah mulai diperbaiki. Menurut dia, kerusakan tersebut disebabkan ulah usil pengujung dan dikarenakan faktor kondisi bawah lapisan yang belum rata sehingga menembus lapisan geomembran.
“Lapisannya kurang rata sedang batuan di sana [Gunung Panggung] juga tajam-tajam. Sedang untuk pengunjung tidak bisa diawasi terus menerus, apalagi lokasi embung juga berada di wilayah perbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah,” kata Eddy kepada Harianjogja.com, Kamis (28/4/2016).
Menurut dia, masalah embung bukan hanya karena beberapa kerusakan. Namun, juga disebabkan proses pembangunan yang belum selesai secara keseluruhan karena terkendala dana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)