Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Apel siaga petugas Sensus Ekonomi (SE) DIY umat (18/3/2016). (Yudho Priyambodo/JIBI/Harian Jogja)
Sensus Ekonomi 2016 mulai berjalan.
Harianjogja.com, JOGJA-Sensus Ekonomi yang mulai dijalankan pada 1 Mei 2016 perlu mendapat respon positif dari masyarakat, terutama pada kalangan usaha.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budi Antono, Minggu (1/5/2016). Ia mendorong para pelaku usaha untuk memberikan data yang valid kepada petugas pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS) nanti karena data tersebut merupakan reperesentasi dari kondisi ekonomi masyarakat di DIY.
“Dengan diberikannya data-data yang validitasnya bisa dipertanggungjawabkan, data sensus ekonomi akan terjamin keakuratannya,” kata Budi melalui pesan singkat, Minggu (1/5/2016).
Ia juga berpendapat data dari Sensus Ekonomi bisa digunakan untuk bahan perencanaan maupun evaluasi, khususnya bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau lembaga yang tupoksinya berhubungan dengan masalah perekonomian.
Menanggapi adanya Sensus Ekonomi 2016, beberapa pelaku usaha mengaku siap memberikan data kepada petugas.
“Mau ditanya punya usaha atau tidak, punya. Mau ditanya omzetnya berapa, Rp1 juta per bulan. Jawab sejujurnya saja wong ya saya memang belum besar usahanya,” kata Danis, pengusaha penyablonan kaos dan stiker di daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (1/5/2016).
Ia mengaku tidak takut jika usaha yang selama ini ia jalani itu belum tercatat secara hukum. Jika memang dari hasil sensus tersebut ia diminta untuk mengurus izin usaha, ia pun siap melaksanakannya.
“Siap saja [memproses izin usaha] karena ini juga memang sedang mengajukan,” kata dia.
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lainnya yang bergerak di bidang pembuatan tas dari sampah plastik, Hijrah Purnama Putra juga mengaku sama. Ia siap menerima kedatangan petugas BPS yang akan mendata bisnisnya.
“Saya siap didata. Silakan datang, akan kami layani apa yang diperlukan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Klasemen Super League 2026/2027 usai pekan pertama menempatkan Arema FC di puncak, Persib kedua dan Persija keenam.
Honda BeAT hingga Yamaha NMAX termasuk skutik bekas dengan pasar kuat. Simak kisaran harga dan cara menjaga nilai jualnya.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.