Argentina Libas Benin 3-0, Messi Catat 1 Gol dan 2 Assist di Laga Perpisahan
Argentina menang 3-0 atas Benin. Lionel Messi mencetak satu gol dan dua assist dalam laga terakhirnya bersama timnas Argentina.
Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq)
Kekerasan Sleman dituduhkan telah dilakukan oleh oknum polisi
Harianjogja.com, SLEMAN - Wakapolda DIY Kombes Pol Abdul Hasyim Ghani angkat bicara terkait tudingan oknum anggota Direktorat Sabhara yang diduga menganiaya pelajar di Sleman hingga tewas.
(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/05/04/kekerasan-sleman-oknum-polisi-sempat-datangi-keluarga-korban-minta-damai-716424" target="_blank">KEKERASAN SLEMAN : Oknum Polisi Sempat Datangi Keluarga Korban Minta Damai)
Menurut dia, anak buahnya hanya mendorong korban hingga terjatuh. Selain itu ia menuding korban saat itu dalam keadaan mabuk sehingga terlibat kecelakaan lalu lintas.
Sebelumnya Andika Dwi Asrofi, 17, pelajar SMK Maarif 2 Sleman warga Dusun Plalangan, Pendowoharjo, Sleman meninggal dunia diduga karena dianiaya oknum polisi berinisial BY seusai terlibat kecelakaan di Kadiluwih, Margorejo, Tempel, Sleman pekan lalu.
Setelah menjalani perawatan sekitar tiga hari di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya pada, Senin (2/4/2016) dan dimakamkan Selasa (3/4/2016). Tak terima atas dugaan penganiayaan tersebut, keluarga korban melapor ke Polda DIY meminta kasus itu diusut hingga tuntas.
Ghani mengaku telah mendapatkan informasi laporan keluarga korban dari Bidang Propam Polda DIY. Menurutnya, setelah diselidiki, korban dalam keadaan mabuk kemudian terlibat kecelakaan dengan kakak ipar oknum anggota tersebut. Oknum yang kemudian mendatangi TKP kemudian mendorong korban.
"Awalnya kecelakaan lalu lintas itu, di Sleman korban dalam keadaan mabuk terpengaruh alkohol. Ada anggota keponakan korban yang terlibat kecelakaan itu mendatangi TKP kemudian korban dalam kondisi sekarat, akibat kecelakaan, yang bersangkutan mendorong kepala korban. Tetapi kemudian laporan dianiaya," tegasnya di Mapolda DIY, Kamis (5/5/2016).
Ia menambahkan penyebab kematian dugaannya gegar otak karena kecelakaan tersebut. Akantetapi, Ghani menegaskan, jika dalam proses penyelidikan terbukti ada unsur kesalahan dari oknum anggota tersebut, pihaknya akan menindaktegas.
"Kita sudah diperiksa, laporannya dari pihak keluarga korban itu diperiksa juga. Dalam proses mencari saksi-saksi, kalau si dia [oknum] ini bersalah, dia benar menganiaya ya tentu akan diberi hukuman," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Argentina menang 3-0 atas Benin. Lionel Messi mencetak satu gol dan dua assist dalam laga terakhirnya bersama timnas Argentina.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat budaya ilmiah dan menghasilkan riset serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Roblox membagikan lima kiat menjaga kesehatan mental dan keamanan anak di ruang digital, mulai dari mengatasi perundungan hingga menjaga privasi.
Menkomdigi Meutya Hafid mengajak orang tua dan guru mendampingi anak membangun kebiasaan digital sehat serta memahami risiko ruang digital.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.