OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Festival Reog dan Jathilan Tingkat Kabupaten Gunungkidul dihelat meriah di Kawasan Rest Area Bunder, Pathuk, Gunungkidul. Festival ditujukan untuk memperkenalkan dan mengangkat kembali nilai seni dan budaya yang dimiliki oleh Gunungkidul, Sabtu (7/5/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Kesenian Gunungkidul terus diperkenalkan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Festival Reog dan Jathilan digelar meriah di Rest Area Bunder, Patuk, Gunungkidul pada 7-9 Mei 2016. Festival tersebut diikuti oleh 18 Kecamatan di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan seiring berkembangnya pariwisata di Kabupaten Gunungkidul, ia berharap agar kesenian Reog dan Jathilan turut diperkenalkan kepada khalayak, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
Selain mengembangkan produk wisata, menurutnya kesenian dan budaya juga layak untuk ditampilkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun akan mendorong dan mendukung Seni Reog dan Jathilan untuk hadir di berbagai event di Gunungkidul untuk manarik minat wisatawan
"Tak hanya keindahan alam yang menarik wisatawan, tapi juga kekayaan seni dan budaya Gunungkidul," kata dia. Pemkab akan terus mendukung," kata dia di sela-sela acara pementasan festival, Sabtu (7/5/2016) .
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul, Saryanto menambahkan event tersebut diikuti oleh 18 Kecamatan yang masing-masing mengirimkan satu kontingen, dengan masing-masing kontingen beranggotakan maksimal 25 orang. Setiap kontingen diberikan waktu 30 menit.
"Setiap kecamatan mengirim satu kontingen, dengan ketersediaan waktu persiapan 10 menit serta waktu tampil 20 menit," jelasnya.
Iapun berharap dengan penyelenggaraan festival Reog dan Jathilan dapat mengembangkan potensi kesenian yang dimiliki oleh Gunungkidul. Kaum muda yang menjadi sasaran utama diharapkan mampu membanggakan budaya timur dan tidak tergerus oleh budaya global.
"Sebagai ajang untuk generasi muda mengembangkan potensi dengan kemampuan mereka berinovasi dan berkreativitas," kata dia.
Senada dengan Badingah, ia juga berharap agar kelompok-kelompok seni yang banyak berdiri di Gunungkidul dapat terus hidup, sehingga dapat pula ditampilkan di berbagai destinasi wisatuntuk mendongkrak pariwisata yang juga mulai berkembang.
Nantinya, kontingen yang lolos festival akan berlanjut untuk mengikuti festival tingkat DIY yang akan diadakan pada 5 Juni 2016 mendatang dengan tuan rumah Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.