Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
HarianJogja/Gigih M. Hanafi Sejumlah penyandang disabilitas di pandu saat melewati penyebrangan traffic light di Perempatan Blok O, Sleman, Selasa (4/8). Pemerintah belum menyediakan akses serta fasilitas yang baik bagi para penyandang disabilitas.
Fasilitas difabel diberikan oleh Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kabar gembira bagi kelompok disabilitas di Gunungkidul. Pasalnya dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif DPRD tentang Disabilitas memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kelompok ini untuk mendapat hak dan perlakukan yang sama dengan warga lainnya.
Salah satu bahasan yang dilakukan berkaitan dengan hak untuk mendapatkan pekerjaan. Dalam draf raperda mengatur tentang kesempatan bagi kelompok disabilitas untuk bekerja di instansi pemerintah atau Badan Usaha Milik Daerah.
Aturan ini tertuang dalam draf pasal 28 ayat 1. Redaksional dari pasal ini berbunyi bahwa Pemerintah Daerah atau BUMD wajib memperkerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai yang ada atau formasi yang dibutuhkan.
Pemberian pekerjaan bagi kelompok ini sepertinya akan berjalan mulus. Pasalnya baik itu pemkab atau DPRD memiliki kesamaan pandangan meski ada sedikit perbedaan mengenai redaksi kata-kata yang digunakan sehingga tidak memengaruhi materi isi secara keseluruhan.
Bupati Gunungkidul Badingah dalam pemandangan umum terhadap Raperda tentang Disabilitas mengatakan, pihaknya sependapat dengan rencana memperkerjakan kelompok ini. Hanya, ia menginginkan adanya perubahan redaksional yang tertuang dalam pasal 28 ayat 1. “Secara prinsip kami sependapat, tapi kata-katanya saja yang perlu diubah,” kata Badingah.
Dia menjelaskan, upaya pemberian kesempatan kerja merupakan bentuk kesamaan hak. Selain masalah pekerjaan, isi draf dari peraturan ini juga memuat tentang pemenuhan pendidikan dan penyediaan alat bantu mobilitas dan kemadirian dalam pelayanan kesehatan.
Badingah pun berharap dengan dibahasnya rancangan peraturan itu dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. “Semoga dengan masukan yang kami sampaikan bisa melengkapi pembahasan di tahap berikutnya,” kata Badingah.
Sementara itu, Anggota Panitia Khusus DPRD Gunungkidul yang membahas tentang Raperda Disabilitas Tina Chadarsi mengatakan, usulan dan saran dari bupati akan dijadikan bahan untuk penyempurnaan draf raperda.
Mengenai pemenuhan hak untuk pekerjaan, secara prinsip dewan sepakat. Hanya saja, masih butuh diperjelas lagi mengenai cara rekrutmen hingga persyaratan kelompok disabilitas untuk bisa diterima sebagai pegawai di pemkab atau BUMD.
“Ini yang masih kita formulasikan, sehingga aturannya bisa jelas dan tidak menimbulkan permasalahan,” kata Tina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Primbon Jawa menyebut Jumat Legi dan Jumat Pahing sebagai weton yang memiliki hari naas pada Senin Wage, 1 Juni 2026. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Selain Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 juga diperingati sebagai Hari Susu Sedunia dan Hari Orang Tua Sedunia. Simak sejarah dan makna ketiga peringatan terseb
Ramalan zodiak Senin 1 Juni 2026 untuk Aries hingga Pisces. Leo diprediksi bersinar, Virgo memperbaiki hubungan, Gemini menemukan peluang karier baru, sementara
Panduan lengkap agenda wisata dan hiburan Jogja Juni 2026. Info jadwal perhelatan Keroncong Plesiran Prambanan, ARTJOG, konser Nadin Amizah, hingga Jogja Marath
Jadwal penutupan pelayanan SIM Ditlantas Polda DIY pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Simak aturan ketat dispensasi satu hari bagi SIM yang kedaluwarsa.