Guru Besar PTMA Soroti Korupsi dan Etika Pemerintahan
Guru besar PTMA merumuskan lima rekomendasi kebangsaan, mulai dari etika pemerintahan, pengelolaan kekayaan alam, hingga pembangunan SDM.
Kawasan Embung Tegaltirto dibangun selain sebagai tempat penampungan air namun juga irigasi. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Sleman kini bertambah destinasi berupa Embung Tegaltirto
Harianjogja.com, SLEMAN - Pengelola Embung Tegaltirto terus mempercantik kawasan yang penampungan air yang terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman tersebut.
Mereka telah mempersiapkan berbagai piranti wisata untuk menarik minat pengunjung terutama saat libur lebaran.
Kepala Desa Tegaltirto, Berbah, Sleman, Susilo mengakui sejak diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Embung Tegaltirto banyak didatangi pengunjung.
Oleh karena itu, pihaknya secara serius akan menggarap kawasan tersebut sebagai tempat wisata yang nyaman bagi siapapun yang datang. Secara umum, kata embung itu dibangun secara bertahap oleh Dinas PUP-ESDM DIY dengan luas sekitar 8.000 meter persegi di atas lahan tanah kas desa.
Adapun air yang tertampung memanfaatkan aliran sungai opak yang berada di sebelah timur embung.
"Itu sebagai daerah resapan, penampungan air, bisa dimanfaatkan irigasi para petani dan selain itu nilai plusnya sebagai tempat wisata yang saat ini banyak didatangi pengunjung," terangnya kepada Harianjogja.com, Minggu (3/7/2016).
Menurutnya, saat bulan ramadhan, setiap sorenya ada puluhan pengunjung yang datang pada hari biasa. Pada akhir pekan bisa mencapai ratusan. Pihaknya belum menetapkan retribusi untuk masuk ke kawasan tersebut.
Para pengunjung yang datang sementara hanya dikenai biaya parkir. "Ramadhan ini paling banyak yang datang," kata dia.
Susilo mengatakan, dukungan sarana wisata sudah diberikan oleh Pemerintah DIY melalui Dinas Pariwisata seperti pembangunan paving blok mengelilingi embung serta sejumlah gasebo yang bisa dimanfaat tempat berteduh pengunjung.
Selain itu ada fasilitas bebek dan sepeda air yang juga bisa dimanfaatkan pengunjung yang ingin mengelilingi ke tengah embung dengan biaya antara Rp10.000 hingga Rp15.000.
Ia mengakui, keberadaan embung dapat memacu semangat masyarakat terutama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan tempat wisata. Mulai dari menjaga kebersihan dan menyayangi lingkungan.
Apalagi keberadaan Embung Tegaltirto sudah terintegrasi dengan wisata Lava Bantal dan sudah dibangun jalan dan jembatan. "Kami terus berupaya merawat agar bisa dinikmati masyarakat," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru besar PTMA merumuskan lima rekomendasi kebangsaan, mulai dari etika pemerintahan, pengelolaan kekayaan alam, hingga pembangunan SDM.
Jadwal SIM Keliling Jogja 14 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat perpanjangan SIM A dan C.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 14 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.