Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Pilkada Kulonprogo akan digelar tahun depan, namun wacana pencalonan mulai muncul
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebanyak 11 Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Indonesia (Pepabri) Kulonprogo menyatakan dukungannya kepada Budiono sebagai bupati Kulonprogo pada Pilkada 2017 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal yang digelar di kediaman Budiono di Pengasih, Senin (11/7/2016).
Sekretaris Pepabri Kulonprogo, Gregorius Susanto mengatakan bahwa dukungan otomatis diberikan karena Budiono sendiri merupakan anggota Pepabri. Terlebih lagi, Budiono dianggap memiliki kualitas sebagai pemimpin dengan pengalaman tugasnya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan pengalaman dan sifatnya maka pantas memimpin Kulonprogo di masa mendatang,” ujarnya saat pelaksanaan acara.
Dukungan dari 11 PAC Pepabri ini sendiri merupakan rangkuman dari seluruh Pepabri yang ada di Kulonprogo. Pasalnya, anak cabang Kokap dan Temon merupakan satu kesatuan secara kepengurusan.
Susanto berharap agar program yang digagas oleh Budiono mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas dan pensiunan angkatan bersenjata pada khususnya.
Budiono menyatakan bangga atas dukungan yang diberikan sebagai sesama pensiunan angkatan bersenjata. Dukungan tersebut menurutnya akan menambah motivasi dalam pencalonan di Pilkada 2017 mendatang.
Ia mengatakan bahwa para pensiunan kini sebenarnya masih kurang diperhatikan meski masih memiliki potensi yang besar.
Para pensiunan menurutnya masih bisa berkontribusi dalam pembangunan yang dilakukan di Kulonprogo. “Pensiunan Pepabri bisa memberi contoh bagi generasi muda agar bisa berjuang untuk Kulonprogo yang lebih baik,” jelasnya.
Budiono sendiri diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon bupati dari Partai Gerindra. Beberapa waktu lalu, dia juga sudah tercatat dalam daftar anggota baru Partai Gerindra. Sebelumnya, Budiono menyatakan siap maju sebagai calon bupati dalam Pilkada 2017 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.