Subardi Kecam Kasus Pungli Food Truck di Alun-Alun Kidul Jogja
Dugaan pungli dialami food truck Bolosego di Alkid Jogja. Subardi menyoroti kasus tersebut, sementara Polresta Yogyakarta melakukan pendalaman.
Orang tua siswa menunggui anaknya di depan ruang kelas di SDN Nogopuro Depok Sleman, Senin (18/7/206). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Hari pertama sekolah di Sleman, sebanyak 80% siswa baru berangkat diantar orang tua
Harianjogja.com, SLEMAN– Antusiasme orangtua mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah cukup tinggi. Tingkat kehadiran orangtua ke sekolah diperkiran mencapai 80%.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono menjelaskan, dari pantauan yang dilakukan pada awal tahun ajaran 2016/2017, Senin (18/7/2016), tingkat kehadiran orangtua siswa mengantarkan anaknya cukup tinggi.
Prosentase kehadiran orangtua bahkan diklaim mencapai 80%. Selain himbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tingginya antusiasme itu menunjukkan respon para orangtua atas dunia pendidikan sangat bagus.
"Ini menunjukkan, orangtua sangat responsif dan peduli terhadap pendidikan anak-anak mereka. Mereka peduli dan mau ikut terlibat. Ini modal bagus agar komunikasi antara orangtua dengan sekolah bisa terbangun dengan baik,” jelas Arif ditemui di kantornya, kemarin.
Masing-masing sekolah menyambut kedatangan para orangtua siswa baru itu dengan kegiatan yang berbeda-beda. Di SMAN 1 Sleman, misalnya, para orangtua dikumpulkan di ruang aula.
Mereka mendapatkan penjelasan terkait tata tertib yang diterapkan di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, para orangtua juga mendapatkan penjelaskan terkiat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Tidak hanya di SMAN 1 Sleman yang tingkat kehadiran orangtua siswa tinggi. Termasuk di SMKN 1 Seyegan dan SMAN 1 Seyegan. Para orangtua yang hadir bahkan diperkenankan menyaksikan secara langsung kegiatan siswa baru pada hari pertama masuk sekolah. Kondisi yang sama juga hampir terjadi di semua sekolah berbagai jenjang.
Dengan adanya koordinasi langsung antara masyarakat dan guru, harap Arif, para orangtua diharapkan ikut terlibat dan mendukung pendidikan. Mereka, lanjut Arif, juga perlu didorong untuk bersama-sama mengawasi pendidikan anak-anaknya di sekolah.
"Kegiatan apa yang dilakukan anak-anaknya juga bisa dipantau. Jadi antara sekolah dengan orangtua tidak putus komunikasinya. Kami juga belum mendapat laporan adanya aksi perpeloncoan di hari pertama pengenalan lingkungan sekolah (PLS)," ucap Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli dialami food truck Bolosego di Alkid Jogja. Subardi menyoroti kasus tersebut, sementara Polresta Yogyakarta melakukan pendalaman.
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Psikolog Putri Langka mengingatkan orang tua mengenali tanda manipulasi digital dan menggunakan pendekatan dialogis untuk melindungi anak dari ekstremisme darin
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.
Kasus antraks ditemukan di Paliyan dan Semanu, Gunungkidul. Satu warga Paliyan positif, sedangkan lima kontak erat dipantau selama 60 hari.
Pilihan 10 mobil bekas di bawah Rp100 juta pada 2026, mulai Avanza hingga Karimun Wagon R, beserta estimasi harga dan tips membeli.