Serikat Pekerja Gunungkidul Minta Survei KHL Kembali Jadi Acuan UMK
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.
Kurikulum 2013 siap diterapkan oleh sekolah-sekolah di Gunungkidul, namun mereka memilih menunda menerapkannya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah daerah di DIY telah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan Kurikulum 2013 (K13) di seluruh sekolah.
Namun langkah ini tidak diikuti oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, karena lebih memilih mengikuti aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengakui secara kesiapkan, seluruh sekolah mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan sudah siap melaksankan K13. Namun upaya tesebut tidak dilakukan, karena beberapa pertimbangan.
Adapun pertimbangan tersebut antara lain, dinas lebih memilih mengikuti instruksi menteri, dengan kuota tambahan sekolah yang menggunakan K13 sebanyak 25% setiap tahunnya.
Sedang pertimbangan lain, kata Bahron, dinas tidak mau ada polemik terhadap model dalam kegiatan belajar mengajar yang akan diterapkan.
Menurut dia, pengalaman beberapa tahun lalu jadi pelajaran. Saat itu, sekolah diminta menerapkan kurikulum tersebut, namun saat ada pergantian tampuk pemerintahan dari Presiden SBY ke Jokowi, yang diikuti oleh pergantian menteri muncul peraturan bahwa pelaksanaan K13 dilakukan bertahap.
“Kita sebenarnya siap, tapi lebih baik mengikuti aturan menteri saja sehingga tidak ada potensi polemic yang muncul,” kata Bahron kepada Harianjogja.com, Rabu (20/7/2016).
Dia mengakui, konsekuensi dari pengajuan seluruh sekolah menggunakan K13 akan berdampak terhadap pembiayaan, di mana selain tambahan 25% yang dicanangkan, maka sekolah yang berinisiatif menggunakan kurikulum baru pembiayaan tidak akan ditanggung pemerintah dan diharuskan melakukan pembiayaan sendiri.
Namun bagi Bahron, hal ini bukan masalah karena pada prisipnya sekolah di Gunungkidul juga siap.
“Meski demikian, kita manut aturan saja. lagian kalau kita ngotot menerapkan di seluruh sekolah dan menteri tidak memberikan persetujuan malah jadi repot nantinya,” ungkap mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.
Disingung mengenai jumlah sekolah yang menggunakan K13, Bahron mengakui ada tambahan jika dibandingkan dengan penerapan di tahun ajaran 2015-2016. “Kan ada tambahan 25%, jadi jelas ada tambahan. Untuk jumlah pasti bisa ke masing-masing bidang yang tau lebih detail,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.
YG Entertainment mengumumkan BABYMONSTER merilis DESERVE pada 23 Oktober dan TREASURE meluncurkan SHOCK pada 2 November 2026. Dua grup baru juga disiapkan.
Delapan PPPK Paruh Waktu Kulonprogo memilih tidak memperpanjang kontrak. Pemkab memastikan tidak merekrut pengganti dan masih menunggu aturan alih status.
KPK menahan lima tersangka hasil OTT di lingkungan BNPB yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta dana siap pakai kebencanaan.
Debit sumber air menyusut akibat kemarau panjang, penyaluran air bersih di Gunungkidul melambat. BPBD telah menyalurkan ribuan tangki air.
Program PLTS 100 GWp menanti Perpres yang mengatur pengadaan, lokasi proyek, dan pembagian tanggung jawab sebelum tender dilaksanakan.