PERTANIAN KULONPROGO : Durian Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Ini Harapan Petani Banjaroya
Pedagang merapikan durian jualannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/3/2014). Memasuki musim durian sejumlah pedagang durian menjamur di Makassar. Durian yang didatangkan dari luar daerah tersebut dijual Rp5.000 hingga Rp50.000 per buah. (JIBI/Solopos/Antara/Yusran Uccang)
Pertanian Kulonprogo diharapkan mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Sejumlah petani berharap pemerintah lebih memperhatikan keberadaan usaha perkebunan durian di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. Mereka ingin potensi durian di wilayah tersebut bisa semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu mereka sampaikan kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas pada acara silaturahmi, sosialisasi lembaga DPD RI, dan penyerapan aspirasi di kawasan Waduk Mini Banjaroya, Kalibawang, Rabu (27/7/2016) kemarin. Warga ingin nama Banjaroya menjadi semakin populer sebagai daerah penghasil varietas durian menoreh kuning.
Seorang petani bernama Triyanto mengungkapkan, sebagian dari dana desa hendaknya bisa dialokasikan untuk pembuatan saluran irigasi di sekitar kebun durian. Menurutnya, fasilitas itu juga dapat dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar.
“Tentunya bakal lebih bermanfaat sebagai sumber ekonomi produktif,” kata Triyanto.
Triyanto menambahkan, petani durian juga berharap ada bantuan hewan ternak berupa sapi. Selain mengembangkan usaha peternakan, kotorannya dapat dimanfaatkan kelompok tani sebagai pupuk kandang untuk puluhan hektare lahan durian. Produktivitas akan meningkat jika kesuburan tanaman durian bisa dikelola dengan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share