UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Peserta BPJS Kesehatan menerima pelayanan dari petugas di Kantor BPJS DIY Gedong Kuning No. 130A Jogja, Selasa (26/7/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
BPJS Kesehatan terus mengimbau masyarakat mendaftar tanpa calo.
Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sleman belum menemukan adanya kartu BPJS Kesehatan palsu. Meski begitu, masih ada warga yang mengurus pendaftaran melalui jasa calo.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, untuk wilayah Sleman dan Kulonprogo pihaknya belum mendapatkan laporan peserta yang menggunakan kartu palsu. Meski begitu, pihaknya pernah mendapat keluhan dari warga terkait adanya pihak-pihak tertentu yang bisa membantu membuatkan kartu BPJS Kesehatan.
"Tapi mereka meminta imbalan tertentu untuk jasanya. Padahal membuat kartu BPJS Kesehatan itu gratis, tidak dipungut biaya. Kewajibannya hanya membayar iuran bulanan," ujarnya, Jumat (29/7/2016).
Dia menjelaskan, rata-rata yang menjadi korban dari oknum tidak bertanggungjawab tersebut, dari ekonomi menengah ke bawah. Para calo tersebut memanfaatkan ketidaktahuan informasi terkait prosedur pembuatan BPJS Kesehatan.
"Kami pernah mendapatkan laporan dari warga, kok menjadi peserta BPJS Kesehatan harus membayar Rp400.000? Setelah ditelusuri, dia mengurus kartu melalui calo," katanya.
Menurutnya, pembuatan kartu jaminan sosial kesehatan tersebut mengharuskan pembuatnya datang sendiri ke kantor. Sementara bagi calon peserta yang berusia lanjut, pihaknya memberi dispensasi dapat diuruskan oleh kerabat atau keluarganya.
"Untuk lansia, yang mengurusnya harus memiliki hubungan keluarga. Makanya ada kewajiban pendaftar membawa KK," tegas Janoe.
Dia menegaskan, persyaratan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat mudah. Calon peserta cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan foto masing-masing keluarga yang didaftarkan menjadi peserta.
"Di kartu memang tidak ditampilkan foto peserta. Tapi saat di cek di website, akan terlihat datanya. Termasuk foto dan nomor kepesertaan," ucapnya.
Dia berharap masyarakat dihimbau tidak percaya dengan oknum-oknum agar tertentu yang menjanjikan bisa membantu pengurusan kartu BPJS Kesehatan.
"Untuk mendapatkan informasi yang akurat, silahkan datang langsung ke kantor terdekat. Ini untuk menghindari masalah di kemudian hari. Selama persyaratannya lengkap, prosesnya pembuatan kartu tidak lama dan gratis," ungkap Janoe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran