Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Suasana di Terminal Tipe C Semin terlihat lengang. Dishubkominfo Gunungkidul masih akan melengkapi beberapa fasilitas sebelum dioperasikan secara resmi, Minggu (31/7/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Terminal Semin memiliki banyak tantangan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengoperasian Terminal Tipe C Semin memiliki banyak tantangan agar berfungsi dengan maksimal. Jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang maka keberadaan fasilitas itu malah bisa jadi bangunan yang mangkrak.
Lokasi yang jauh dari Pasar Semin menjadi salah satu faktor penting dalam pengoperasian terminal. Oleh karenanya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul harus membuat perencanaan yang matang agar fasilitas itu dapat berfungsi dengan maksimal.
Kepala Bidang Transportasi Dishubkominfo Gunungkidul Kuncoro Budi Santoso mengatakan idealnya lokasi terminal dengan pasar harus berdekatan. Tujuannya agar kedua fasilitas ini bisa saling topang dan melengkapi, sehingga bisa berkembang secara bersama-sama.
Hanya saja, upaya ini tidak bisa diwujudkan di Semin, karena keberadaan pasar dengan terminal baru lokasinya berjauhan. Kuncoro tidak menampik, lokasi yang berjauhan ini bisa berdampak terhadap pengoperasian terminal. Oleh karenanya, Dishubkominfo telah menyiapkan beberapa program agar keberadaan terminal bisa berfungsi maksimal dan tak jadi mangkrak.
Menurut dia, salah satu upaya agar terminal bisa berfungsi dengan baik dilakukan rekayasa arus lalulintas di depan Pasar Semin. Sejak akhir Juni lalu, area depan pasar dibuat searah. Kendaraan yang melaju dari arah Wonosari tidak diperbolehkan melintas di depan pasar mulai pukul 06.00-18.00 WIB.
“Adanya kebijakan ini, maka seluruh kendaraan dari Wonosari harus lewat jalur lingkar yang ada di sisi barat BPD DIY,” kata Kuncoro saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (31/7/2016).
Dia menjelaskan diterapkannya jalur searah diharapkan bisa membantu dalam pengoperasian terminal. Seluruh angkutan baik yang berasal dari wilayah Klaten atau pun Wonosari bisa masuk terminal dengan tetap bisa melintas di depan pasar. harapannya dengan kebijakan ini juga bisa mengurai kepadatan arus kendaraan di depan pasar saat pagi hari.
“Teknisnya, angkutan yang masuk dari Klaten ke pasar dulu baru ke terminal dan pulangnya lewat jalur lingkar. Sedang yang dari Wonosari masuk terminal dulu kemudian lewat jalur lingkar dan baru ke pasar kemudian menuju Wonosari lagi,” ungkapnya.
Selain menerapkan jalur searah, Kuncoromengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah Perusahaan Otobus agar mau masuk ke terminal. Hasilnya PO Rosalia Indah dan Santoso mengaku siap masuk ke terminal. Adapun fasilitas lain guna menunjang keberadaan terminal, dishubkominfos akan menyiapkan lokasi untuk agen bus serta beberapa tempat berjualan agar suasana terminal tetap ramai.
Kepala Dishubkominfo Gunungkidul Purnamajaya mengatakan, Terminal Semin sudah dilakukan proses uji coba sejak awal Juli ini, tetapi untuk pengoperasian secara resmi urung dilakukan, karena masih membutuhkan kelengkapan fasilitas pendukung. Beberapa fasilitas itu antara lain, lampu penerangan jalan dan ruang tunggu yang belum terbangun secara sempurna hingga masalah parkir angkutan.
Dia pun berharap, proses penyempurnaan ini tidak berjalan lama sehingga proses pengoperasian resminya bisa dikaukan sesuai target, yakni di akhir tahun mendatang. “Akan terus kita kerjakan, sehingga saat operasi nanti bisa lebih maksimal,” kata Purnama.
Dia menjelaskan, meski belum resmi dibuka, namun terminal itu sudah melayani proses keluar masuk angkutan. Rencananya terminal ini tidak hanya melayani rute pedesaan dan perkotaan, tapi juga melayani jalur antar daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.