34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Tak Dapat Kontrak Baru, Ini Penyebabnya
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Sejumlah peserta terlihat begitu khidmat mengikuti upacara bendera untuk memeringati HUT RI ke-71 di puncak tebing yang ada di Pantai Nglambor, Purwodadi, Tepus, Rabu (17/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
HUT Kemerdekaan RI dirayakan dengan upacara di Pantai Nglambor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Puluhan wisatawan dan masyarakat di Desa Purwodadi, Tepus Gunungkidul menggelar upacara bendera di puncak bukit di Pantai Nglambor, Rabu (17/8/2016). Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.
Pelaksanaan upacara peringatan 17-an di Pantai Nglambor bukan hal yang baru. Tahun lalu juga digelar upacara yang sama, namun bedanya saat itu dilaksanakan di laut. Sedang pelaksanaan kemarin dilakukan di atas bukit di pantai itu.
Koordinator upacara, Adhitya Putratama mengatakan, banyak fakor yang membuat pelaksanaan upacara tidak dilakukan di dalam air. Selain faktor keamanan, di mana ombak di pantai relatif tinggi, panitia juga ingin mencari suasana baru.
Kendati demikian, Adit menjamin wisatawan yang ikut dalam upacara tidak akan kecewa karena tetap bisa melihat keindahan pemandangan di Pantai Nglambor dari atas bukit.
“Kita pilih tebing di Watuapit karena lokasinya luas dan menghadap langsung ke laut,” kata Adit kepada wartawan.
Pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan RI ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Dipimpin oleh sesepuh di Pantai Nglambor, Mbah Mo, puluhan peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan wisatawan menaiki jalan setapak menuju puncak perbukitan.
Setelah sampai di puncak, rombongan membentuk barisan yang mengelilingi bendera. Acara diakhiri dengan memberikan penghormatan Bendera Merah Putih yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Kami bersyukur kegiatan upacara dapat berjalan lancar tanpa ada halangan apapun. Sebelum acara ditutup, kami juga sempat memanjatkan doa untuk para pahlawan yang telah gugur,” tutur Adit.
Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Riau, Kartika mengaku mengikuti prosesi upacara sejak awal. Kedatangannya ke Nglambor sebenarnya ingin melakukan liburan, namun dikarenakan bertepatan dengan peringatan kemerdekaan dan kegiatan upacara maka diputuskan ikut dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan pengalaman yang baru karena pelaksanaannya di tempat yang tak biasa,” katanya.
Menurut dia, meski harus menaiki wilayah perbukitan, hal itu bukan menjadi soal. Pasalnya setelah berada di bibir tebing maka peserta bisa melihat keindahan alam Nglambor dari tempat itu. “Kalau dari atas semua terlihat jelas karena pemandangannya bisa lebih luas lagi,” ujar Kartika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
PT Pegadaian meraih dua penghargaan di Indonesia In-House Counsel Awards 2026 atas inovasi fungsi hukum, penguatan tata kelola, dan pencegahan risiko bisnis.
Menkum Supratman menyederhanakan 195 Permenkum menjadi 34 aturan. Mendagri Tito dan pakar hukum Aan Eko Widianto memberi catatan.
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
DPRD Kulon Progo menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-75 Kulon Progo pada Kamis (15/10). Rapat yang digelar dengan menggunakan bahasa Jawa
Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak menyatakan akan mempelajari putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun.