BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Belum Aman Dilakukan
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Merti Dusun Tlacap-Grojogan Desa Pandowoharjo, Aditya Noor saat jumpa pers bersama wartawan di Angkringan Joglo, Rabu (31/8/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Tradisi Sleman yakni tedun di Pandowoharjo dihidupkan lagi
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat Dusun Tlacap-Grojogan Desa Pandowoharjo, Sleman akan menggelar merti dusun. Kegiatan budaya tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai Kamis (1/9/2016) hingga Sabtu (10/9/2016).
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Aditya Noor mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai wujud syukur warga kepada Tuhan. Wujud syukur tersebut diejawantahkan melalui rangkaian kegiatan yang erat kaitannya dengan semangat kerukunan, kebersamaan, pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“Event ini kami laksanakan untuk menghormati para pendahulu yang pernah menyelenggarakan event serupa,” jelasnya kepada wartawan di Angkringan Joglo, Rabu (31/8/2016).
Menurutnya, kegiatan merti dusun tersebut dikonsep berbeda dengan kebanyakan merti dusun di daerah lainya. Pihaknya memasukkan sejumlah unsur selama pelaksanaan merti dusun, mulai unsur budaya, kesenian, kemanusiaan, lingkungan dan kompetisi.
"Ada lomba mewarnai untuk anak-anak dan pemilihan Dimas Diajeng Dusun yang pertama kali digelar. Kami juga memasukkan unsur edukasi dengan memberikan pelatihan kepada warga," katanya.
Aditya mengatakan, dari sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan ada salah satu upacara adat yang dihidupkan kembali, yakni upacara adat tedun. Upacara tersebut saat ini sudah banyak ditinggalkan orang sehingga nyaris tidak diketahui oleh anak-anak.
“Upacara tedun dulu digelar sehari setelah masa tanam padi. Itu berbeda dengan upacara adat wiwit. Saat Tedun nanti hanya ada prosesi doa dan tembang saja kemudian 500 jenang sumsum dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.
Dijelaskan Kepala Desa Pandowoharjo Sleman, Catur Sarjumiharta, sebagai rintisan desa budaya pihaknya menyiapkan kegiatan tersebut secara matang. Tidak hanya upacara dan tradisi adat yang ditampilkan selama kegiatan. Warga juga memamerkan kuliner khas.
“Kegiatan ini baru sekali dibuat besar-besaran. Selain menampilkan potensi-potensi kebudayaan, juga akan digelar penamana pohon di Daerah Aliran Sungai. Ini bukan karena Pandowoharjo kekurangan air, tetapi untuk menjaga kelestarian alam,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Hotman Paris mundur sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah karena kondisi kesehatan yang memburuk. Ia akan menjalani perawatan di Singapura.
Balai Kaswargan resmi diperkenalkan di Kampung Sayidan, Jogja. Ruang budaya baru ini diharapkan memperkuat seni, budaya, dan wisata masyarakat.
Bio Paulin membawa Pasuruan United promosi ke Liga 3 Nusantara. Eks bek Persipura itu kini membidik mimpi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
OJK optimistis kredit UMKM tumbuh positif hingga akhir 2026. Kenaikan IKK dan kebijakan pembiayaan dinilai menjadi pendorong utama.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.