Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 23 Juli 2026 10:57 WIB
Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta

Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pria berinisial MN, 32, diduga membakar salah satu kamar di rumah orang tuanya di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, pada Rabu (22/7/2026) malam. Peristiwa itu diduga dipicu konflik keluarga setelah permintaan pelaku untuk memperoleh uang sebesar Rp15 juta tidak dapat dipenuhi.

Dana tersebut disebut akan digunakan MN untuk mengambil sepeda motor serta membayar angsuran. Karena orang tuanya belum mampu menyediakan uang tersebut, pertengkaran pun terjadi hingga berujung pada dugaan aksi pembakaran menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kasihan sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima informasi, petugas piket fungsi langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

"Orang tuanya sebenarnya sudah berusaha mencarikan dana, tetapi pelaku tidak sabar hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran," kata Rita, Kamis (23/7/2026).

Diduga Sudah Berniat Membakar Sejak Sehari Sebelumnya

Hasil pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi menunjukkan MN diduga telah memiliki rencana membakar rumah sejak sehari sebelum kejadian. Namun, niat tersebut belum sempat dilakukan.

"Pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi di rumah semakin tidak kondusif," ujarnya.

Situasi di rumah terus memanas hingga Rabu malam. Sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah warga bersama perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto, Bripka Agustinus Sulistiyono, mendatangi rumah tersebut untuk membantu meredakan keadaan.

Api Berhasil Dipadamkan Sebelum Merembet

Berbagai upaya persuasif sempat dilakukan kepada MN. Namun, pelaku tetap tidak dapat dikendalikan. Sekitar pukul 20.30 WIB, ia diduga menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite sebelum menyalakan api.

"Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," jelas Rita.

Berkat tindakan cepat warga bersama aparat, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas ke bagian rumah lainnya.

Bhabinkamtibmas dan Pelaku Sama-sama Mengalami Luka Bakar

Dalam proses pemadaman api, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, MN juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung. Setelah dievakuasi warga, ia dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang di dalam kamar mengalami kerusakan, di antaranya kasur, bantal, pakaian, jendela, serta kursi busa. Polisi memperkirakan total kerugian material mencapai sekitar Rp5 juta.

Rita menambahkan, berdasarkan keterangan warga dan keluarga, MN diketahui telah lama memiliki persoalan keluarga. Pelaku juga beberapa kali mendapat peringatan dari warga karena dinilai kerap menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online