Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ketergantungan warga pada kayu bakar di kabupaten ini masih sangat tinggi. Salah satu warga Kulonprogo masih menggunakan tungku kayu bakar untuk keperluan memasak. (Holy Kartika N. S/JIBI/Harian Jogja)
Mayoritas rumah tangga di Gunungkidul menggunakan bahan bakar dari kayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sebesar 66,52% rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk kegiatan memasak di rumah tangganya.
"Dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta [DIY], tercatat masih banyak rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk kegiata memasak di rumah tangga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto dalam survei Statistik Lingkungan Hidup 2015/2016, di Jogja, Sabtu (5/11/2016).
Sementara itu, daerah tertinggi kedua yang rumah tangganya masih menggunakan kayu bakar, Kabupaten Kulonprogo sebanyak 50,97%, katanya.
Ia menjelaskan, kenyamanan tempat tinggal sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan bakar untuk memasak.
"Karena itu, bahan bakar yang bebas dari polusi udara akan mendukung meningkatan derajat kesehatan bagi penghuninya," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Bersambung halaman 2
Ia mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peningkatan kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup menjadi salah satu penyebab banyaknya keluarga yang beralih menggunakan gas sebagai bahan bakar memasak.
Secara berturut-turut, katanya daerah yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak, adalah Kabupaten Bantul 25,14%, diikuti Kabupaten Sleman 12,48 persen, dan Kota Yogyakarta 1,07%.
Dihubungi secara terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Bidang Kesejahteraan Rakyat dari Universitas Indonesia (UI) Sri Handiman mengatakan penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak pada rumah tangga, bisa disebabkan faktor ekonomi masyarakat yang cukup sulit sehingga tidak mampu membeli tabung dan gas elpiji untuk bahan bakar memasak.
Selain itu, faktor kebiasaan masyarakat yang enggan untuk beralih dari penggunaan kayu bakar menjadi gas, dan sulitnya akses masyarakat untuk membeli gas di daerah sekitarnya.
"Kemungkinan terbesarnya adalah, masyarakat tidak terbiasa dan enggan untuk menggunakan gas dan tabung gas, serta kemungkinanya karena masyarakat itu terlalu miskin," katanya.
Pemerintah perlu memberikan subsidi kepada masyarakat untuk beralih menggunakan gas, dari kayu bakar, sekaligus juga untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.