HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
A bird flies near chimneys emitting smoke in the harbor area of Copenhagen January 26, 2011. REUTERS/Yves Herman
Pencemaran lingkungan Sleman, warga Pendem mengadukan masalah ke kecamatan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sebanyak delapan perwakilan warga Pendem, Tegaltirto, Berbah mendatangi Kecamatan Berbah, Kamis (10/11/2016). Mereka mengadukan masalah dugaan pencemaran udara yang dilakukan pabrik aspal di Bantul.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/09/masalah-lingkungan-sleman-warga-pendem-keluhkan-asap-pabrik-aspal-767296">MASALAH LINGKUNGAN SLEMAN : Warga Pendem Keluhkan Asap Pabrik Aspal)
Koordinator warga Pendem Ongko S. Wanto mengatakan, kedatangan perwakilan warga tersebut untuk menjelaskan masalah yang dihadapi warga Pendem. Tidak hanya itu, warga juga memberikan bukti adanya kesepakatan antara warga Pendem dengan pengelola pabrik.
"Kesepakatan itu disanggupi pihak pabrik, ditandatangani pada 9 Januari 2014. Tapi tidak dijalankan," ujarnya, Kamis (10/11/2016).
Berdasarkan kesepakatan saat itu, pabrik sanggup untuk merevisi dokumen lingkungan hidup terkait pengelolaan cerobong dan TPS limbah B3. Pabrik tersebut juga akan memperbaiki pengelolaan cerobong dan fasilitas pendukung terkait pencemaran debu. Pabrik aspal itu juga bersedia menambah penghijauan sebagai penangkal debu. Pabrik juga akan melakukan pemeriksaan ISPA gratis terhadap warga yang terkena dampak. Bahkan, untuk pemeriksaan ISPA pihak perusahaan akan melaksanakan setiap enam bulan sekali.
(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/11/10/pencemaran-lingkungan-sleman-warga-pendem-pegang-bukti-data-kesepakatan-767648"> PENCEMARAN LINGKUNGAN SLEMAN : Warga Pendem Pegang Bukti Data Kesepakatan)
Kesepakatan tersebut juga ditandatangani oleh sejumlah instansi. Selain BLH DIY, BLH Bantul dan Sleman, perangkat desa, kecamatan baik Bantul dan Sleman juga menandatangani surat tersebut. "Jalur-jalur resmi pemerintahan tetap akan kami lakukan agar masalah ini clear," katanya.
Terkait hal itu, Camat Berbah Tina Hastani menjelaskan, kecamatan sudah menerima laporan yang dipermasalahkan warga. Koordinasi antara kecamatan dengan warga terdampak akan dilakukan.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Muspika. Besok (hari ini) kami ke lokasi, tinjau lapangan," katanya kepada Harianjogja.com.
Hasil kunjungan lapangan tersebut, akan dijadikan bahan oleh kecamatan sebelum memanggil pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut. Menurut rencana, kata Tina, Rabu (16/11/2016) pekan depan, kecamatan akan mengundang pihak-pihak terkait masalah itu. "Mulai managemen pabrik, BLH DIY dan Sleman, Bag Tata Pemerintahan, Puskesmas, Pemdes Tegaltirto dan warga Pendem," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.
DPRD Bantul meminta data 9.216 KPM yang terindikasi judi online diverifikasi ulang karena dikhawatirkan terjadi kesalahan dan penyalahgunaan NIK.