DPRD Gunungkidul Peringatkan Bupati Soal Lelang Jabatan
Proses lelang jabatan di Gunungkidul masuki tahap akhir. DPRD ingatkan Bupati agar proses seleksi transparan dan profesional guna hindari penyelidikan KPK.
Ilustrasi tanah longsor di jalur jalan Trenggalek-Ponorogo (JIBI/Solopos/Antara)
Bencana Gunungkidul mengancam setiap saat namun sistem peringatan dini masih kurang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulanan Bencana Daerah Gunungkidul membutuhkan ratusan sistem peringatan dini bencana. Namun dari jumlah tersebut, hingga sekarang baru terpasang sebanyak 53 peringatan yang tersebar di titik rawan longsor.
Rencananya tahun depan, BPBD akan mengajukan tambahan sistem peringatan dini tersebut ke BPBD DIY sebanyak 30 alat. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengakui jika sistem peringatan dini bencana yang dimiliki masih sangat kurang.
Pasalnya hingga saat ini, pemasangan alat itu belum merata di seluruh wialayah di zona rawan, karena jumlahnya baru ada 63 alat saja. “Yang dibutuhkan ada sekitar 300 unit, tapi yang terpasang baru 63 early warning system [EWS]. Untuk itu, di tahun depan kita mengajukan tambahan sebanyak 30 alat ke provinsi,” kata Budhi, Jumat (18/11/2016).
Dia menjelaskan, untuk tahun ini sebenarnya ada bantuan lima unit EWS. Namun Budhi mengaku belum tahu kepastiannya karena program tersebut berada di BPBD DIY.
“Mudah-mudahan bisa turun, karena sistem deteksi dini tersebut juga sangat dibutuhkan untuk peringatan akan adanya bahaya longsor,” paparnya.
Meski merasa perlu dengan adanya tambahan alat tersebut, namun Budhi untuk peringatan terhadap potensi bahaya dilakukan dengan beberapa cara. Selain terus berusaha mengingatkan tetang kewaspadan bagi warga yang tinggal di daerah rawan, BPBD juga melakukan antisipasi dengan memasang papan atau poster tentang bahaya longsor.
“Papan-papan peringatan ini dipasang di daerah rawan yang belum ada EWS-nya. Mudah-mudahan dengan cara ini dapat meningkatkan kesadaran warga sehingga potensi kerugian bisa dikurangi saat terjadi musibah,” ungkapnya.
Ditambahkanya, untuk menekan risiko terjadinya bencana, di tahun ini juga telah mendirikan tujuh posko siaga darurat bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya, satu posko induk di kantor BPBD, sedang enam lainnya tersebut di Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. “Posko ini didirkan di wilayah-wilayah yang masuk zona merah rawan longsor,” papar Budhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proses lelang jabatan di Gunungkidul masuki tahap akhir. DPRD ingatkan Bupati agar proses seleksi transparan dan profesional guna hindari penyelidikan KPK.
Rusa di Taman Sriwedari Solo viral karena makan sampah. Pemkot Solo menyiapkan penataan kawasan dan pengembangan penangkaran untuk 31 ekor rusa.
Jogja Umrah Travel Fair 2026 digelar di Ambarrukmo Plaza Sleman. Masyarakat diajak memilih travel umrah resmi dan memanfaatkan promo haji serta umrah.
Donald Trump mengklaim kapasitas rudal Iran tinggal sekitar 22 persen setelah sebagian fasilitas produksi dan peluncuran disebut telah dilumpuhkan.
Kota Jogja mencatat 24 kasus kebakaran hingga Juni 2026. Sebanyak 16 kejadian dipicu korsleting listrik dengan kerugian bangunan mencapai Rp202 juta.
Parade Kendaraan Nir Emisi Digelar, Pemkot Jogja Dorong Percepatan Transportasi Ramah Lingkungan