Politisi dan Aktivis Demokrasi Asia Kunjungi PDI Perjuangan DIY
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
Demam berdarah Jogja terjadi peningkatan kasus.
Harianjogja.com, JOGJA -- Kasus demam berdarah (DB) pada 2016 di DIY meningkat tajam dibandingkan dengan 2015 silam. Tetapi, jumlah kematian terjadi penurunan. Banyaknya kasus DB butuh komitmen berbagai pihak terutama masyarakat untuk secara bersama-sama menangani DB.
(Baca Juga : DEMAM BERDARAH JOGJA : Kematian Menurun, Kasus Meningkat Tajam)
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes DIY Elvy Effendi mengatakan penyebab meninggal rata-rata karena terlambat membawa pasien ke rumah rumah sakit. Sehingga menjadikan terlambat pula melakukan diagnosa terhadap penyakit. Menurut dia, Kota Jogja dan Sleman angka meninggalnya tergolong tinggi karena termasuk wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi.
Sejumlah daerah yang tergolong jelek dinilai dari incidence rate (IR) demam berdarah antara lain, Kota Jogja, Bantul dan Gunungkidul. IR merupakan frekuensi penyakit baru yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat dibagi jumlah populasi yang beresiko. Sedangkan case fataility rate (CFR) DB yang jelek adalah Sleman, Kota Jogja dan Kulonprogo. CFR merupakan suatu angka yang dinyatakan ke dalam persentase berisikan datang orang mengalami kematian akibat penyakit tertentu.
"Jadi kita itu ada disebut IR itu satuannya, harapannya kita disebut baik apabila kurang dari 20 per 100.000 itu jumlah penduduk. Kalau jumlah penduduk 3,5 juta, berarti dibagi 100.000," kata dia, Senin (5/12/2016)
Elvy mengatakan, yang perlu diketahui bersama adalah kasus DB bukan merupakan hasil dari instansi Dinas Kesehatan saja. Namun penanganannya butuh berbagai pihak tak terkecuali masyarakat untuk membantu menangani. Apalagi penyebab DB diakibatkan banyak tahapan, mulai dari akibatnya nyamuknya, jentiknya yang berada di rumah. Akantetapi, tanggungjawan terhadap masalah kematian sepenuhnya ada di Dinkes.
"Kalau orang sakit itu berarti, bisa karena nyamuknya, bisa jadi jentik lalu jadi nyamuk, jentik itu bukan tanggung jawab Dinkes saja. Semua sektor terlibat. Tetapi kalau masalah kematian itu tanggungjawab orang kesehatan [Dinkes]," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.