Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Dana Desa Sleman Perlu Dikelola dengan Baik
Harianjogja.com, SLEMAN -- Penyerapan dana desa di wilayah Sleman masih perlu dioptimalkan lagi. Hingga Oktober 2016, penggunaan dana desa yang dilaporkan mencapai 80%.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menjelaskan, pada 2016 ini Kabupaten Sleman memperoleh dana desa sebesar Rp63 miliar. Adapun realisasi penggunaan hingga Oktober sebesar Rp50,4 miliar. Dia berharap, penyerapan sisa dana desa sekitar Rp12,6 miliar dapat dimaksimalkan 86 desa selama November dan Desember ini.
"Kami berharap dana desa terserap 100 persen sampai akhir tahun ini," katanya di sela-sela kegiatan refleksi UU Desa di Balai Desa Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (16/12/2016).
Menurut Muslimatun, pelaksanaan Dana Desa terdapat beberapa permasalahan, di antaranya penyaluran Dana Desa 2016 dari Pemerintah Pusat masih mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut berakibat pula pada penyaluran ke Desa sehingga waktu pelaksanaan program bagi desa juga berkurang.
"Peraturan dari Pemerintah pusat kadang-kadang berubah-ubah sehingga pemerintah daerah menunggu untuk membuat kebijakan," jelasnya.
Bagi aparatur pemerintah desa, kata Muslimatun, keberadaan Dana Desa menjadi tantangan, peluang, dan tanggungjawab yang semakin besar dalam pengelolaan keuangan desa. Pemdes juga dituntut untuk transparan dan akuntabel dalam mengelola Dana Desa.
"Pemdes perlu ditingkatkan kapasitasnya secara berkesinambungan," tutur Muslimatun.
Sejak mendapatkan dana desa, katanya, seluruh desa di Sleman telah mengalami peningkatan kuantitas dan infrastruktur. Pemdes banyak melakukan pembangunan jalan, jembatan, irigasi tersier serta pembangunan infrastruktur lainnya. Selain infrastruktur Pemdes juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat melalui pelatihan bagi disesuaikan dengan bidang masing-masing. Seperti keterampilan, kewirausahaan, usaha ekonomi desa, serta penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dana desa juga, lanjut Muslimatun, terbukti meningkatkan partisipasi, swadaya dan gotong royong masyarakat. Sebab proses pambangunan dilaksanakan secara swakelola (gotong royong).
"Dana Desa juga membuka lapangan kerja bagi warga. Dengan sistem upah yang dibayarkan melalui kegiatan yang didanai dari Dana Desa," katanya.
Sleman saat ini memiliki 19 BUMDes yang berada di Kecamatan Cangkringan. Turi, Berbah, Sleman Kalasan, Prambanan, Pakem, Ngaglik, Gamping dan Seyegan. Masing-masing unit usaha yang dijalankan bervariatif sesuai dengan potensi ekonomi desa.
"Keberadaan BUMDes tentu berimplikasi positif baik bagi Pemdes maupun masyarakat. Kalau pendapatan asli desa (PADes), meningkatkan, maka kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat," kata dia.
Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi, refleksi tiga tahun UU Desa tersebut bertujuan untuk merefleksikan pelaksanaan UU Desa dan prospek ke depannya. Menurutnya, Kementerian akan terus mendorong kemandirian masing-masing desa.
"Ke depan, desa-desa harus bisa mandiri dan menghidupi kebutuhannya sendiri demi kesejahteraan masyarakat desa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.