Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
dokumen
Korupsi dana gempa diduga dilakukan Mantan Carik
Harianjogja.com, BANTUL -- Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Trimulyo Zaeni dilaporkan oleh salah satu warga asal Dusun Bembem Desa Trimulyo ke Polda DIY terkait dugaan kasus penggelapan dana rekonstruksi gempa untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Trimulyo. Dari kabar yang diterima Harianjogja.com, kasus itu kini sudah masuk pada tahap penyidikan.
Warga yang tak bersedia disebutkan namanya itu mengakui mendapatkan informasi dugaan penggelapan itu diperolehnya dari beberapa orang warga terkait dana tersebut. Dikatakannya, dana itu merupakan hasil pengembalian oleh beberapa Pokmas di Desa Trimulyo lantaran pihak penerima merasa mendapatkan bantuan dana rekonstruksi tidak sesuai dengan pengajuan awal.
“Tapi oleh Zaeni, dana itu tidak dikembalikan ke negara, melainkan disimpan sendiri,” kata warga tersebut.
Hanya saja, dalam proses pelaporan itu, ia mengaku kesulitan menghadirkan saksi untuk mendukung laporannya itu. Kebanyakan saksi diakuinya tak memiliki nyali untuk dihadapkan pada pihak penyidik.
“Padahal saya yakin mereka [saksi] itu tahu benar apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menkeu Purbaya memastikan rasio utang Indonesia masih aman meski naik menjadi 40,54 persen terhadap PDB dan tetap jauh di bawah batas UU.
Polri dan Kepolisian Cina melakukan pertukaran buronan. Tiga buronan asal Tiongkok dipulangkan, sementara satu WNI diserahkan ke Indonesia.
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.