Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Lahan gambut Indonesia berpotensi menyumbang devisa negara
Harianjogja.com, JOGJA -- Lahan gambut di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan memiliki potensi besar dalam menyumbang devisa negara hingga triliunan rupiah.
"Indonesia memiliki lahan gambut yang berpotensi besar menyumbang devisa negara," kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat dihubungi, Jumat (6/1/2017) seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, Indonesia terus memegang komitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen hingga tahun 2030.
Menurut dia, jika target pemerintah tercapai bahkan berlebih, maka potensi sumbangannya terhadap devisa negara juga semakin besar. Sebab banyak negara didunia yang membutuhkan kredit penurunan emisi karbon, yang kini dapat diperjualbelikan dan menjadi salah satu tambahan investasi di dunia.
"Indonesia bisa mendapatkan tambahan devisa negara yang cukup besar melalui penjualan karbon kepada negara-negara yang membutuhkannya. Sebab, setiap negara di dunia telah menargetkan menurunkan emisi karbonnya, dan jika belum tercapai maka negara bersangkutan bisa membelinya dari negara yang berlebihan. Jadi ini potensi ekonomi yang cukup tinggi bagi Indonesia," ujar Nazir.
Upaya tersebut akan dicapai melalui program pengendalian pada tiga sektor utama. Pertama, memastikan terjaganya kelembaban dan ketinggian air di setiap lahan gambut yang ditargetkan.
"Program ini yang terus kita kawal optimal, untuk memastikan terjaganya kelembaban dan ketinggian air di lahan gambut secara tepat. Sebab kontribusi penurunan emisi karbon dari lahan gambut mencapai angka lebih dari 50 persen dari total tiga sektor utama," jelas Nazir.
Kedua, katanya, mendorong dan meningkatkan pengalihan penggunaan energi dari fosil menjadi energi baru dan terbarukan (EBT) secara masif di seluruh Indonesia.
"Pengalihan penggunaan energi fosil menjadi EBT, diperkirakan berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sekitar 25 persen," ungkap dia.
Ketiga, meningkatkan pengalihan penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), menjadi kendaraan hybrid sehingga lebih ramah lingkungan. Artinya, sektor transportasi juga berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon sebesar 25 persen.
"Jika misalnya saja, di Jakarta diterapkan bahwa kendaraan bermotor harus yang hybrid, maka potensi ramah lingkungannya menjadi signifikan. Apalagi jika kebijakan yang sama juga diterapkan di daerah lainnya. Karena kontribusi penggunaan kendaraan hybrid diperkirakan mencapai 25 persen bagi penurunan emisi karbon," jelas Nazir.
Jika target pemerintah dalam setahun ingin menurunkan sekitar 5 persen emisi karbon, maka ketiga sektor utama itu akan berkontribusi sesuai proporsi masing-masing. Jadi pemerintah akan bekerja keras untuk mewujudkan rencana itu, imbuh Nazir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.