Tiga Agenda Utama BPJS Kesehatan pada 2017
Tiga agenda BPJS Kesehatan pada 2017 meliputi keberlangsungan finansial, kepuasan peserta, dan menuju cakupan semesta
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Yogyakarta dan Sleman memiliki tiga agenda utama pada 2017. Tiga agenda tersebut merupakan langkah untuk terwujudnya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semesta yang berkualitas dan berkesinambungan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Sri Mugirahayu mengungkapkan, fokus utama pada 2017 yakni keberlangsungan finansial, kepuasan peserta, dan menuju cakupan semesta.
"Untuk fokus utama kami adalah sustainability keuangan, kami akan dorong kolektabilitas dengan bersinergi dengan pemangku kepentingan dalam hal ini kepatuhan" papar dia dalam Media Gathering di Jogjakarta Plaza Hotel, Jogja, Senin (30/1/2017).
Ia mengungkapkan, keberlangsungan finansial menjadi fokus utama karena dalam tiga tahun berjalan masih defisit. Pemerintah masih memberikan subsidi jika terjadi defisit hingga 2018 sehingga BPJS Kesehatan perlu bekerja keras agar tidak defisit lagi dan keuangan menjadi seimbang. Pada 2016, target premi untuk Jogja [BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta] saja mencapai Rp750 miliar dan target tersebut bisa dicapai.
"Kalau dilihat per daerah, Jogja masih disubsidi daerah lain karen premi kami Rp750 miliar, tetapi yang dikeluarkan Rp1,5 triliun. Per bulan rata-rata mengeluarkan Rp40 miliar hingga Rp50 miliar. Kalau digabung dengan Sleman [BPJS Kesehatan Cabang Sleman] bisa mencapai Rp100 miliar per bulan," terang dia.
Oleh karena itu, keberlangsungan finansial menjadi sangat krusial. Hal itu didorong dengan memperluas cakupan kepesertaan. Target untuk Jogja sampai akhir tahun sekitar 400.000 peserta.
Keikutsertaan di DIY sudah cukup bagus yakni sampai 31 Desember 2016 sekitar 75,78% dari total penduduk DIY. "Kalau sampai Januari ini tentu bertambah bayak karena ada limpahan dari Jamkesda yang sudah terintegrasi," tutur dia.
Fokus kedua yakni meningkatkan kepuasan peserta. Caranya dengan meningkatkan kualitas layanan yang berkeadilan kepada peserta, pemberi pelayanan kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya melaui sistem kerja yang efektif dan efisien. Fokus ketiga yakni menuju cakupan semesta di mana pada 2019 ditargetkan kepesertaan mencapai 95% dari jumlah penduduk.
Namun, diharapkan kepatuhan peserta juga semakin meningkat. Baik di BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta maupun Sleman, tingkat kepatuhan terendah datang dari peserta bukan penerima upah (peserta mandiri) di mana hanya 65%. Jumlah peserta mandiri di Cabang Yogyakarta sebanyak 142.257 dan sekitar 35% tidak tertib dalam membayar iuran.
Biasanya, mereka hanya akan menggunakan JKN-KIS saat sakit dan tidak membayar iuran setelah sembuh. "Kami ada registernya. Kami biasanya collecting melalui sms blast, surat, dan tahun ini akan menyisir per desa," kata dia.
Untuk badan usaha, banyak pula nakal mislanya tidak melaporkan gaji secara benar dan hanya mendaftarkan beberapa karyawannya. Menurut catatan, perusahaan asing justru lebih tertib dan paling jujur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan seluruh stakeholder untuk meningkatkan kolektabikitas iuran, khususnya segmen peserta PBPU (mandiri) yang baru mencapai 65%.
Perlu juga dukungan agar seluruh badan usaha baik besar, sedang , kecil yang belum melakukan registrasi agar segera melakukan registrasi, dan bagi badan usaha yang belum mendaftarkan seluruh pekerjanya beserta keluarganya agar segera melengkapi.
"Seluruh badan usaha melaporkan upah yang sebenarnya, dan perlu dukungan agar masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS segera mendaftar beserta anggota keluarganya sebelum sakit. Serta, dukungan seluruh masyarakat agar membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk Indonesia Sehat," jelas dia.
Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik, dan Kepatuhan (HK2) BPJS Kesehatan Cabang Sleman Yuni Wibowo mengungkapkan, kepesertaan di Sleman juga semakin meningkat. "Tahun ini ada integrasi Jamkesda sehingga kepesertaan bisa mencapai 80 persen," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share