Cara Daftar Bansos BPNT dan PKH 2027 Lewat Perlinsos Digital
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) komunal perlu diperbanyak lagi
Harianjogja.com, SLEMAN- Pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) komunal perlu diperbanyak lagi. Selain bertujuan untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat bagi warga, keberadaan Ipal komunal juga berfungsi untuk menjaga kualitas air bersih.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, pembangunan Ipal komunal di Sleman masih perlu diperbanyak lagi. Hingga 2016, tercatat sebanyak 122 unit Ipal komunal yang dibangun di desa-desa. Pembangunan Ipal-Ipal tersebut, menambah cakupan sanitasi layak di wilayah Sleman mencapai 94,34%.
“Saat ini, tinggal 5,66 persen atau 12.435 KK yang memiliki sanitasi kurang layak dan pengguna jamban yang tidak aman,” katanya di sela-sela peresmian Ipal komunal Dusun Pendulan, Sumberagung, Moyudan, Senin (30/1/2017).
Selain masalah Ipal, katanya, di wilayah Selaman terdapat 5.507 KK yang masih sampai saat ini masih buang air besar (BAB) sembarangan. Untuk mengentaskan masalah tersebut, katanya, pembangunan Ipal komunal perlu diperbanyak lagi untuk mewujudkan sanitasi layak di masyarakat.
“Kami menargetkan pada 2019, cakupan sanitasi layak dapat ditingkatkan menjadi 96,19 persen. Hingga 2016, pembangunan Ipal komunal mencapai 122 unit,” ujarnya.
Muslimatun mengatakan, Pemkab mendukung program Gerakan 100 - 0 – 100 yang digulirkan pemerintah melalui rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015 – 2019. Untuk mewujudkan gerakan, Pemkab terus melakukan peningkatkan kualitas permukiman dan infrastuktur, mengurangi kawasan kumuh dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi.
“Kami mengembangkan program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat atau Sanitasi Berbasis Masyarakat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di 86 desa. Hingga 2016, terdapat 67 desa yang mendeklarasikan Stop BAB Sembarangan,” katanya.
Ipal komunal di Pendulan, dilengkapi dengan kolam filter gravel dan kolam stabilisasi. Sehingga air keluaran dari Ipal tidak mengandung polusi, selain itu ikan bisa hidup dengan baik di kolam keluaran Ipal tersebut.
Selain Ipal komunal, di Pendulan juga tersedia pengelolaan bank sampah, gerakan mitigasi adaptasi terhadap lingkungan untuk mengatantisipasi bahaya-bahaya penyakit menular.
Ada pula pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan sistem tanam polybag untuk mengefektifkan pupuk sehingga terserap tanaman dan menghasilkan buah, sayuran maupun tanaman obat keluarga (TOGA).
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, keberadaan Ipal komunal di Pendulan Sumberagung tersebut, berkat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Warga bergotong royong membangun Ipal Komunal, sementara dananya berasal dari APBN.
“Ipal ini memiliki kapasitas daya tampung untuk 100 KK. Keberadaan Ipal ini untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Pemerintah pasti mendukung upaya warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
Sebanyak 32.214 bikers Honda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026.
PT Mikatasa Agung menggelar kopdar Lem Rajawali bersama pengrajin sofa di Jogja untuk mempererat hubungan pelanggan dan menyerap masukan pengembangan produk.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.