DESAKU MENANTI : Perumahan untuk Gepeng Mangkrak?

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 08 Februari 2017 21:22 WIB
DESAKU MENANTI : Perumahan untuk Gepeng Mangkrak?

Kondisi gerusan air hujan yang mengancam perumahan Desaku Menanti di Dusun Doga, Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (13/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Desaku Menanti tak lagi dkhususkan untuk gepeng.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Program Desaku Menanti di Dusun Doga, Desa Nglanggeran, Patuk hampir dipastikan batal. Pasalnya Dinas Sosial DIY mewacanakan untuk mengalihfungsikan perumahan yang dulunya disediakan pemukiman bagi gelandangan dan pengemis dengan program yang lain.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2016/05/09/desaku-menanti-siapa-saja-yang-akan-menghuni-permukiman-ini-717389">DESAKU MENANTI : Siapa Saja yang Akan Menghuni Permukiman Ini?

Kepala Desa Nglanggeran, Senen mengakui adanya perubahan program perumahan gepeng. Perubahan ini muncul setelah ada petugas dari Dinas Sosial DIY mengabarkan wacana tersebut.

“Belum lama ini. Intinya mereka datang untuk memberitahu terkait dengan adanya perubahan program tersebut,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/2/2017).

Dia menjelaskan detail perubahan program belum diketahui secara pasti. Ke depan, area ini tidak hanya untuk gepeng, warga sekitar atau aktivitas kelompok usaha bersama juga dapat menggunakan.

“Secara umum kelihatannya akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Namun untuk detailnya saya belum tahu persis,” katanya.

Adapun saat dibangun pada 2015 lalu, puluhan rumah ini akan difungsikan untuk lokasi pemukiman gepeng yang telah didata oleh Dinas Sosial DIY.

“Untuk alasan persis perubahan program ini saya tidak tahu karena Desa Nglanggeran hanya sebagai tempat saja, karena segala urusan menjadi kewenangan provinsi. Namun yang jelas, hingga sekarang bangunan tersebut urung pernah difungsikan,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online