CUACA EKSTREM : Banjir Lahar Hujan karena Penambangan?

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 06 Maret 2017 09:55 WIB
CUACA EKSTREM : Banjir Lahar Hujan karena Penambangan?

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO BERSIHKAN SISA BANJIR: Warga Cokrodirjan bergotong-royong membersihkan lumpur yang masuk ke jalan dan perkampungan, Selasa (30/11). Banjir lahar hujan yang melanda sejumlah perkampungan di bantaran sungai Code menyisakan material vulkanik berupa pasir dan lumpur.

Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini memungkinkan adanya lahar hujan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Tingginya intensitas hujan dan angin kencang saat ini tidak lepas dari kondisi di mana saat ini masuk puncak musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaanya, termasuk menghadapi banjir lahar.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/03/05/cuaca-ekstrem-hujan-deras-banjir-lahar-hujan-berpotensi-terjadi-798865">CUACA EKSTREM : Hujan Deras, Banjir Lahar Hujan Berpotensi Terjadi

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno potensi banjir lahar terjadi akibat aktivitas penambangan yang merusak lingkungan. Banyak penambangan yang menyasar tebing dan bantaran sungai bahkan pekarangan warga untuk aktivitas penambangan. Sampaknya, kondisi sungai melebar dan aliran lahar hujan tidak terkontrol lagi.

"Aktivitas penambangan yang merusak tebing sungai berakibat pada semakin lebarnya aliran sungai. Pengerukan hanya diperbolehkan di sedimen sungai, itupun harus mengantongi ijin," tegasnya, Sabtu (4/3/2017).

Tentang kesiapsiagaan tenaga BPBD, Krido mengaku tidak ada kendala. Saat ini, kata dia, tenaga relawan dan juga komunitas tanggap bencana cukup banyak. Keberadaan relawan bencana di DIY, dinilai  terpadu dan terarah.

"Mereka saling berkomunikasi untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana yang cepat dan tepat," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, Pemkab dan BPBD Sleman terus berkoordinasi dengan BMKG. Hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi hujan dan angin kencang dari waktu ke waktu. "Kami juga sudah menghimbau agar warga bantaran sungai waspada terutama jika hujan lebat terjadi di puncak Gunung Merapi," katanya.

Bupati juga menghimbau agar warga mengantisipasi angin kencang. Jika cuaca panas tiba-tiba mendung, warga harus waspada karena setelah itu hujan disertai angin kencang muncul. "Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho, cari tempat yang benar-benar aman," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online