Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Sejumlah petugas dari Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul dibantu warga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga akibat angin puting beliung, di Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul. Senin (8/11). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Bencana Bantul membuat 5 keluarga harus direlokasi
Harianjogja.com, BANTUL-Lima Kepala Keluarga (KK) yang berada di wilayah Kecamatan Dlingo resmi direlokasi lantaran tempat tinggalnya dinilai rawan terdampak bencana tanah longsor.
Kelima KK itu, tiga di antaranya berasal dari Dusun Nglingseng Desa Muntuk dan 2 lainnya berasal dari Dusun Mangungan, Desa Mangunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menjelaskan, saat ini kelima KK itu tengah melakukan pembersihan lokasi secara swadaya. Pasalnya, relokasi itu tergolong sebagai relokasi mandiri. Dijadwalkan, pembangunan fisik di lima lokasi itu baru akan dilakukan pertengahan Maret mendatang.
“Rencananya mereka akan direlokasi tak jauh dari lokasi hunian mereka sebelumnya,” kata Dwi kepada wartawan, Senin (6/3/2017).
Dengan relokasi mandiri, warga memang diharapkan bisa menyiapkan lahan relokasinya sendiri, mulai dari penyediaan hingga pembersihan. Sementara Pemkab Bantul hanya menyiapkan anggaran guna pembangunan fisiknya saja. “Kami siapkan anggaran Rp20 juta per KK,” tambahnya.
Sementara saat ditanya mengenai kepastian pengajuan anggaran sebesar Rp1,4 miliar dengan menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD 2017, ia mengaku belum mendapatkan kepastian.
Padahal, pihaknya sudah mengajukan permohonan survei dan apraisal terhadap titik-titik yang akan direncanakan.
Seperti diberitakan, sejak awal pihaknya sudah menetapkan setidaknya ada empat titik yang akan digarap. Keempat titik itu masing-masing adalah Jembatan Beji Wetan dan Jembatan Mangir (Pajangan), Tilaman (Imogiri), dan talut di Desa Ngestiharjo (Kasihan). “Tapi sampai saat ini belum ada kepastian akan turun kapan,” ucap Dwi.
Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifudin mengakui, anggaran BTT Bantul sebenarnya jauh dari kata cukup untuk menangani persoalan kebencanaan di Bantul. Dengan anggaran yang hanya berkisar Rp2 miliar, diakuinya tentu jauh dari kata ideal. “Idealnya, untuk Bantul yang kasus bencananya cukup tinggi, anggaran itu seharusnya tersedia sekitar Rp5 miliar,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk menambah angka BTT saat pembahasan ABPBD Perubahan 2017 mendatang. Diakuinya, untuk kebencanaan sebenarnya BPBD bisa memanfaatkan Dana Siap Pakai dari pemerintah pusat.
Sayang, pihak pemerintah pusat belum juga memberikan izin kepada Pemkab Bantul untuk mencairkan dana tersebut. “Sejak 2015 lalu, usulan Perda kami [tentang Dana Siap Pakai] itu belum disetujui oleh pemerintah, baik pusat maupun provinsi,” terang Amir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ballon d’Or 2026 digelar di London pada 27 Oktober dini hari WIB. Harry Kane dan Alexia Putellas masuk kandidat terkuat.
MotoGP Malaysia 2026 berlangsung 30 Oktober–1 November di Sepang. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, serta balapan Marc Marquez dan Veda Ega.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.