Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Ilustrasi penyaluran air bersih. (Burhan Aris N./JIBI/Solopos)
Hari air dunia diperingati tiap 22 Maret 2017.
Harianjogja.com, JOGJA—Air merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga keberadaan air menjadi titik awal munculnya peradaban. Saat ini ketersediaan air juga memengaruhi peradaban yang berkembang di sekitarnya. Sejalan dengan isu-isu yang berkembang saat ini, isu ketersediaan air bersih juga telah menjadi fokus utama di seluruh dunia.
Hari Air Sedunia (World Water Day) yang diperingati setiap 22 Maret merupakan perayaan yang ditujukan sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.
Sebagai wujud kegiatan rutin yang sudah diperingati dari tahun ke tahun, Sekretariat Bersama Perhimpunan Pencinta Alam DIY (Sekber PPA DIY) bekerja sama dengan Komunitas Kali Opak dan Komunitas Kali Kuning menyelenggarakan Peringatan Hari Air Sedunia pada Rabu (22/3) pekan depan.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di embung Tegaltirto dan lava bantal Sungai Opak di Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Sebagai wujud Gerakan Pencinta Alam untuk Negeri, kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah dan tiga desa yang berbatasan langsung dengan Sungai Opak, yaitu Desa Jogotirto, Kalitirto dan Tegaltirto.
Melalui pelibatan masyarakat umum dalam melaksanakan kegiatan diharapkan dapat mewujudkan tema yang diangkat, yaitu merawat air, merawat peradaban. “Untuk memperoleh kehidupan yang layak, manusia harus memiliki akses pada air bersih bebas dari limbah,”ungkap Sekretaris Jenderal Sekber PPA DIY, Andy Gunawan.
Kegiatan diawali dengan apel besar di atas air untuk menandai dibukanya peringatan Hari Air Sedunia, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon untuk konservasi air di sempadan Opak, kegiatan bersih sungai, pemberdayaan pelaku wisata geotubing lava bantal mengenai keselamatan berkegiatan di air dan fun geotubing sebagai salah satu upaya untuk mepromosikan wisata alam yang ada di sana.
Lokasi difokuskan di kawasan lava bantal yang ada di Opak karena lava bantal merupakan geoheritage yang harus dilestarikan. Lava bantal merupakan fenomena geologi unik. Lava mengalami intrusi di bawah air sehingga memunculkan bentuk bertumpuk seperti bantal. Keberadaan lava bantal ini dapat digunakan untuk meramalkan sejarah terjadinya Pulau Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Penolakan kereta gantung Rinjani dinilai tepat. DPRD NTB soroti dampak ekonomi, lingkungan, dan ancaman bagi porter lokal.
Tragedi kapal PMI ilegal di Malaysia tewaskan 7 WNI. DPR desak bongkar mafia pengiriman tenaga kerja ilegal hingga ke akar.
DPR minta pemerintah lindungi industri rokok dari tekanan regulasi dan rokok ilegal. Sektor ini serap jutaan tenaga kerja dan sumbang besar ke negara.
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.