Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Warga Baleharjo Gunungkidul serukan anti-pernikahan dini. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pernikahan dini di Sleman masih tinggi
Harianjogja.com, SLEMAN — Menekan angka perkawinan di bawah umur masih menjadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Sleman. Berdasaran data Kemenag DIY, pada tahun 2015 lalu Sleman peraih angka tertinggi prosentase perkawinan anak di bawah umur di DIY.
Mafilindati Nuraini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengatakan pihaknya berupaya untuk mencegah perkawinan anak di bawah umur. Sejumlah data menunjukkan banyaknya masyarakat yang memilih untuk menikah di bawah usia 20 tahun.
Kemenag DIY menyatakan di Sleman, pernikahan di bawah umur 20 tahun tahun 2015 cukup tinggi yakni sebesar 38%. Sementara sumber dari Kemenag Sleman masih ada sekitar 1,6 % dari jumlah 6.153 atau yang menikah dibawah umur yakni sebanyak 98 orang.
“Pemkab berupaya menekan tingginya angka tersebut dengan berbagai program,” kata dia.
Hasil penelitian menunjukkan secara medis, fisik, dan psikologis, perkawinan sebaiknya di atas usia 20 tahun. Karena secara fisik dan psikologis, anak-anak yang menjalani perkawinan di bawah umur mengalami banyak hal yang tidak menguntungkan. Di antaranya yakni dari sisi kesehatan ibu dan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.