PENCEMARAN LINGKUNGAN : 4 Sungai Besar di Bantul Tercemar Sampah
ilustrasi sampah di sungai
Pencemaran lingkungan terjadi di kawasan selatan DIY
Harianjogja.com, BANTUL- Setidaknya empat sungai besar di Bantul terus tercemar sampah. Selain merugikan petani, pencemaran sungai menghambat misi pemerintah menjadikan kawasan selatan sebagai “halaman rumah” DIY.
Pencemaran sungai yang terus terjadi di Bantul mengemuka dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2018 Kabupaten Bantul, Selasa (21/3/2017). Ketua Gerakan Iirigasi Bersih, Nardi mengungkapkan, buruknya kondisi sungai di Bantul bertolakbelakang dengan rencana pemerintah menjadikan DIY sebagai halaman depan provinsi ini.
Ia menyebut, empat sungai utama yaitu Opak, Gadjahwong, Code dan Winongo selama ini menjadi tempat pembuangan sampah yang tak berujung. Tidak hanya warga Bantul, melainkan juga warga yang tinggal di Sleman dan Kota Jogja.
“Terkecuali Sungai Progo, karena sungai ini hulunya di Temanggung. Selain itu, sungai-sungai besar semuanya menampung sampah,” papar lelaki yang biasa disapa Mbah Nardi, Selasa (21/3/2017).
Pernah kata dia, sekali mengeruk sampah di satu titik, petugas kebersihan mengangkut hingga 18 truk sampah dalam satu malam, saking banyaknya sampah mencemari sungai di Bantul. Bulan lalu, petugas sampah mengumpulkan 62 ton sampah di satu titik lokasi di Pantai Parangtritis.
Sampah-sampah itu hanyut ke pantai dan laut. Mencemari kawasan pariwisata Bantul yang ada di selatan. Tak jarang ditemukan,sejumlah pantai di Bantul disesaki sampah. Selain mengganggu kawasan wisata, timbunan sampah itu juga mengganggu sektor pertanian dan merugikan petani yang menggunakan saluran irigasi untuk menghidupi hamparan tanaman padi di sawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share