FENOMENA SOSIAL JOGJA : 6 Mahasiswa Serahkan Bayi ke Dinsos

Sunartono
Sunartono Rabu, 22 Maret 2017 11:20 WIB
FENOMENA SOSIAL JOGJA : 6 Mahasiswa Serahkan Bayi ke Dinsos

Ilustrasi bayi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Fenomena sosial Jogja ini memprihatinkan, diketahui banyak mahasiswa menyerahkan bayinya ke dinsos karena lahir di luar nikah

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Sosial DIY berkali-kali menerima bayi dari mahasiswa hasil hubungan tidak resmi. Bayi-bayi itu selanjutnya dititipkan di panti sosial untuk kemudian diadopsi.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Bidang Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY Isnawangsih Anggarani mengakui adanya fenomena mahasiswa yang menyerahkan anak hasil hubungan gelap untuk dititipkan di Dinsos DIY.

Akantetapi melalui tahap penitipan lebih dahulu, jika orangtua bayi sudah mengikhlaskan baru kemudian dinaikkan status menjadi penyerahan.

"Tidak cuma [bayi] yang dibuang di jalan, tetapi mahasiswa yang kehamilannya tidak dikehendaki itu banyak. [Bayi] Berada di panti ada yang dibuang ada juga serahan dari mahasiswa-mahasiswa itu kan takut sama orangtuanya, akhirnya menyerahkan," terangnya saat ditemui Harianjogja.com di kantornya, Selasa (21/3/2017).

Ia menambahkan kasus penyerahan bayi oleh mahasiswa ke Dinsos DIY itu tercatat sebanyak enam kali selama enam bulan terakhir. Terakhir beberapa pekan lalu juga ada mahasiswa yang menyerahkan bayinya untuk dititipkan. Isna menegaskan, menanggapi fenomena tersebut pihaknya berusaha untuk bijak dengan memberikan pemahaman moral.

Mereka diberikan waktu tiga bulan untuk berfikir sejalan dengan bayi dititipkan di panti sosial. Waktu tiga bulan itu digunakan untuk memastikan bahwa mahasiswa tersebut akan kembali mengambil bayinya atau sudah mengikhlaskan untuk diadopsi orang lain.

"Kami berusaha motivasi, mbak dipikir dulu siapa tahu dapat jalan keluar, barangkali ada pertimbangan dari keluarga besar [untuk menerima kondisi bayi]. Kadang sampai saya bilang, nek rejekimu anak mung siji saiki ndilalahe diwenehke wong liyo terus ra duwe anak meneh opo ora gelo seumur hidup?" kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online