Cek Jadwal Samsat di Wilayah Bantul Senin 26 Oktober 2026, Lokasi dan Jamnya
Cek jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, mulai Samsat Induk, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, hingga layanan pajak kendaraan digital.
Ilustrasi bayi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Fenomena sosial Jogja ini memprihatinkan, diketahui banyak mahasiswa menyerahkan bayinya ke dinsos karena lahir di luar nikah
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Sosial DIY berkali-kali menerima bayi dari mahasiswa hasil hubungan tidak resmi. Bayi-bayi itu selanjutnya dititipkan di panti sosial untuk kemudian diadopsi.
Kepala Seksi Perlindungan Anak Bidang Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY Isnawangsih Anggarani mengakui adanya fenomena mahasiswa yang menyerahkan anak hasil hubungan gelap untuk dititipkan di Dinsos DIY.
Akantetapi melalui tahap penitipan lebih dahulu, jika orangtua bayi sudah mengikhlaskan baru kemudian dinaikkan status menjadi penyerahan.
"Tidak cuma [bayi] yang dibuang di jalan, tetapi mahasiswa yang kehamilannya tidak dikehendaki itu banyak. [Bayi] Berada di panti ada yang dibuang ada juga serahan dari mahasiswa-mahasiswa itu kan takut sama orangtuanya, akhirnya menyerahkan," terangnya saat ditemui Harianjogja.com di kantornya, Selasa (21/3/2017).
Ia menambahkan kasus penyerahan bayi oleh mahasiswa ke Dinsos DIY itu tercatat sebanyak enam kali selama enam bulan terakhir. Terakhir beberapa pekan lalu juga ada mahasiswa yang menyerahkan bayinya untuk dititipkan. Isna menegaskan, menanggapi fenomena tersebut pihaknya berusaha untuk bijak dengan memberikan pemahaman moral.
Mereka diberikan waktu tiga bulan untuk berfikir sejalan dengan bayi dititipkan di panti sosial. Waktu tiga bulan itu digunakan untuk memastikan bahwa mahasiswa tersebut akan kembali mengambil bayinya atau sudah mengikhlaskan untuk diadopsi orang lain.
"Kami berusaha motivasi, mbak dipikir dulu siapa tahu dapat jalan keluar, barangkali ada pertimbangan dari keluarga besar [untuk menerima kondisi bayi]. Kadang sampai saya bilang, nek rejekimu anak mung siji saiki ndilalahe diwenehke wong liyo terus ra duwe anak meneh opo ora gelo seumur hidup?" kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, mulai Samsat Induk, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, hingga layanan pajak kendaraan digital.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.