Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
UMKM Kulonprogo rentan terjerat rentenir karena takut berurusan dengan bank
Harianjogja.com, KULONPROGO--Ketakutan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kulonprogo terhadap syarat agunan yang diterapkan bank penyalur kredit masih terjadi.
Disinyalir, hal inilah yang lantas membuat mereka terjebak dalam praktik rentenir.
Seperti diakui sendiri oleh Santoso, salah satu pelaku UMKM di Desa Jatirejo, Lendah. Saat ditemui di kediamannya, ia mengaku masih terjerat utang dengan seorang rentenir hingga kini.
Dirinya menjelaskan, rentenir tersebut dikenalnya sekitar dua tahun lalu. Ketika itu, ia sempat mendapatkan tawaran dari salah seorang rekannya terkait pencairan kredit mudah dan cepat. “Dan yang pasti tidak rumit. Tanpa agunan,” katanya.
Namun, beban yang ia tanggung saat membayar angsuran terbilang cukup berat. Betapa tidak, bunga setiap angsuran yang harus ia bayar mencapai antara 10-15%. “Padahal, waktu itu saya cuma mengambil kredit sebesar Rp5 juta saja, mengangsurnya saja tiap minggu, tergantung kesepakatan,” ucapnya.
Diakuinya, keputusan memilih rentenir itu memang didasari oleh kekhawatirannya terhadap syarat agunan yang ditetapkan oleh pihak bank. Itulah sebabnya, dengan dalih butuh uang cepat, ia pun menerima tawaran dari rentenir itu.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Sri Hermintarti sebelumnya mengakui banyaknya pelaku UMKM yang masih takut berurusan dengan bank. Padahal hal tersebut penting untuk pengembangan usaha guna mendapatkan modal usaha tambahan.
“Terutama untuk pelaku usaha yang omsetnya di bawah Rp300 juta. Itulah sebabnya, saya berharap UMKM diberikan kesempatan mengakses KUR [Kredit Usaha Rakyat] Retail dengan nominal Rp25 juta hingga Rp500 juta,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Piala Asia 2027. Kemenangan berpotensi mendongkrak ranking FIFA dan memperbesar kepercayaan diri Garuda.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.