GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Ombak Terlampau Tinggi, Perahu di Pantai Sempat Terseret

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 23 Maret 2017 06:20 WIB
GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Ombak Terlampau Tinggi, Perahu di Pantai Sempat Terseret

Salah satu nelayan meninjau pondasi mercusuar di Pantai Bugel, Panjatan ambrol akibat tersapu ombak setinggi 8 meter, Rabu (25/5/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Gelombang tinggi pantai selatan kembali terjadi.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Cuaca buruk mengakibatkan nelayan di Pantai Bugel, Panjatan tak bisa melaut selama 2 pekan belakangan. Gelombang tinggi disertai hujan deras membuat nelayan beralih mengurus areal pertanian.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/03/22/gelombang-tinggi-pantai-selatan-tinggi-ombak-sempat-8-meter-2-pekan-nelayan-pilih-tak-melaut-803837">GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Tinggi Gelombang Sempat 8 Meter, 2 Pekan Nelayan Pilih Tak Melaut
Pada awal Maret 2017, nelayan masih sempat turun ke laut untuk mencari ikan. Hanya saja, beberapa hari belakangan ombak semakin tinggi. Ketimbang mempertaruhkan keselamatan, mereka lebih memilih menyandarkan kapalnya di pantai dan mengerjakan aktivitas lain sebagai sumber nafkah.

Nelayan di Pantai Bugel, Ngadiyo mengatakan nelayan saat ini beralih mengurus pertanian dengan menanam kangkung dan cabai. Jika cuaca mendukung, Ngadiyo mengatakan saat ini sedang musim bawal dan lobster yang sebenarnya berharga jual tinggi. Gelombang bahkan sempat menyeret perahu-perahu yang ditambatkan di pantai. Untung saja ketika itu nelayan sedang berada di lokasi sehingga sempat menyelamatkan perahu yang terbawa gelombang. Selain petani, beberapa nelayan juga beralih menjadi buruh bangunan di areal terdampak bandara.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Winarto, nelayan di Karangwuni, Wates mengatakan gelombang tinggi selama sepekan belakangan.

“Sebenarnya kemarin-kemarin perairan cenderung landai sehingga cocok mencari ikan,”urai dia. Ia sendiri sudah 4 hari belakangan ini libur melaut karena khawatir dengan keselamatannya jika memaksa melaut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis