UNBK 2017 : Tersangkut Kasus Pidana, Satu Siswa di DIY Gagal Ikut Ujian

Senin, 03 April 2017 13:55 WIB
UNBK 2017 : Tersangkut Kasus Pidana, Satu Siswa di DIY Gagal Ikut Ujian

Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. (JIBI/Solopos/Reza Fitriyanto)

UNBK 2017 di DIY dipastikan berkurang 1 siswa

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 27.793 siswa SMK di DIY akan memulai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (3/4). Satu siswa dari sebuah sekolah swasta di  Kabupaten Bantul dipastikan tidak mengikuti ujian ini karena tersangkut kasus pidana.

Sekretariat Ujian Nasional Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Agus menyatakan, belum mengetahui pasti tindak pidana yang dilakukan siswa kelas XII SMK tersebut hingga yang bersangkutan berurusan dengan kepolisian jelang pelaksanaan ujian.

"LP [laporan polisi]-nya kami belum tahu pasti tapi yang jelas yang bersangkutan ini tidak bisa ikut ujian," ujar Agus kepada Harianjogja.com, Minggu (2/4/2017) petang.

Selanjutnya, lanjut Agus, pihaknya hinggu Minggu sore belum menerima laporan tentang adanya siswa lain yang berhalangan mengikuti ujian Senin ini.
Artinya, jumlah siswa SMK di DIY yang ikut ujian belum berubah. Dari data awal sebanyak 24.794 siswa, hanya satu yang dipastikan berhalangan ikut ujian, yakni siswa dari Bantul tersebut.

"Tapi kalau ada siswa sakit dadakan nanti malam ya kami belum tahu. Tapi sampai detik ini data belum berubah," jelas dia.

Agus merinci, keseluruhan peserta ujian berasal dari 218 SMK baik negeri maupun swasta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 201 sekolah sudah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Sementara hanya 17 sekolah yang terpaksa masih ujian bergabung ke sekolah lain karena belum adanya sarana penunjang UNBK.

Adapun jumlah sekolah yang masih menumpang ujian di sekolah lain paling banyak di Bantul, yakni ada tujuh sekolah. Disusul Gunungkidul ada lima sekolah dan Kulonprogo ada empat sekolah. Di Kota Jogja pun masih ada satu sekolah yang terpaksa masih menumpang pelaksanaan UNBK. Sleman menjadi satu-satunya wilayah tidak ada sekolah yang menumpang ujian.

Selanjutnya Agus menegaskan, untuk mendukung kelancaran UNBK ini, Disdikpora sudah menyurati PLN agar tidak ada pemadaman listrik saat berlangsungnya ujian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online