UJIAN NASIONAL 2017 : SMK Binatama Bentuk Tim Penjemput Siswa

Selasa, 04 April 2017 14:55 WIB
UJIAN NASIONAL 2017 : SMK Binatama Bentuk Tim Penjemput Siswa

Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. (JIBI/Solopos/Reza Fitriyanto)

Ujian Nasional 2017 dipersiapkan oleh SMK Kesehatan Binatama Sleman dengan membentuk tim khusus penjemput siswa

 
Harianjogja.com, SLEMAN - SMK Kesehatan Binatama Sleman membentuk tim khusus penjemput siswa untuk memaksimalkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dimulai Senin (3/4) kemarin.

Kepala SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti mengungkapkan, tim penjemput siswa disiagakan untuk mengantisipasi adanya masalah yang dihadapi peserta ujian ketika hendak menuju sekolah.

"Kendala selama di perjalanan kan tidak bisa diduga, bisa saja ban bocor atau kendala lainnya. Nah, di situ para siswa bisa menghubungi tim khusus yang sudah kami bentuk. Nantinya tim ini langsung bergerak menjemput siswa," ujar Nuri di sela-sela pemantauan ujian di sekolah setempat Senin pagi.

Nuri menjelaskan, pihaknya harus membentuk tim penjemput siswa mengingat konsep UNBK beda dengan ujian manual. Dalam pelaksanaan UNBK seluruh siswa harus masuk lokasi ujian 30 menit sebelum pelaksanaan ujian lalu diberikan bresfing penggunaan komputer dulu.

Guna mendukung optimalisasi tim penjemputan, pihak sekolah berkoordinasi dengan para orangtua siswa. Tujuannya memastikan siswa yang bersangkutan sudah berangkat menuju sekolah atau belum.

Dalam UNBK hari pertama itu para siswa di sekolah itu juga menggelar doa sarapan bersama di sekolah. Adapun pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut berlangsung dua sesi. Masing-masing sesi diikuti 18 siswa.

"Peserta UNBK di sekolah kami ada 36, perinciannya 11 siswa dari program kompetensi Keahlian Farmasi dan 25 siswa kompetensi Keperawatan," imbuhnya.

Pelaksanaan ujian dibagi dalam dua sesi karena pelaksanaan UNBK di sekolah itu juga baru pertama kalinya. Tahun lalu mereka masih menyelenggarakan Ujian menggunakan Kertas dan Pensil (UNKP) atau ujian manual.

Sementara ketersediaan komputer di sekolah itu juga masih terbatas.
Beruntungnya pihak sekolah sudah beberapa kali melakukan simulasi UNBK sehingga pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala.

"Ujian pertama dengan mata pelajaran bahasa Indonesia berjalan lancar. Login ke server juga tanpa hambatan karena sebelumnya kami juga sudah mengirim surat ke provider penyedia layanan internet agar sinyal tetap stabil saat ujian berlangsung," ujar Ketua Pelaksana UN SMK Kesehatan Binatama Galang Eko Prasetio menambahkan.

Selain menyurati provider penyedia jaringan internet, pihak sekolah juga mengirim surat kle PLN. Padahal dari Disdikpora DIY juga sudah melayangkan surat khusus ke PLN itu. Tapi SMK Binatama memiliki alasan khusus melayangkan surat juga ke PLN.

"Karena di wilayah sekitar sekolah ini kerap terjadi gangguan, sehingga listrik sering padam," jelas Prasetio.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online