Mas Marrel Hadiri Jathilan di Sleman, Pesan Ini Disambut Sorak Warga
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.)
Kabar duka datang dari siswa MTs N 2 Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN -- Salah seorang siswa MTs Negeri 2 Sleman, Yuda Setya Wardana, 15, meninggal dunia saat mengikuti study tour ke Bali. Sebelum meninggal, Yuda sempat dirawat RSUD Tabanan akibat luka yang dialaminya. Penyebab kematian siswa tersebut penuh misteri.
Dari Informasi yang diterima Harianjogja.com, Yuda tercecer dari rombongan study tour dan ditemukan dalam kondisi lemas di tengah hutan kawasan Kebun Raya Eka Karya Bali (Bedugul). Yuda dan rombongannya berjumlah 115 orang berangkat sejak Kamis (30/3/2017) dan tiba di Bedudul pada Jumat (31/3/2017). Setiba di lokasi tersebut, rombongan siswa dan guru pendamping yang menaiki empat bus, melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Hidayah.
Kepala Seksi Madrasah Kantor Kemenag Sleman Abdul Haris Novita mengakui kejadian tersebut. berdasarkan Informasi yang dia peroleh, usai melaksanakan ibadah dan kembali berangkat, korban diketahui tidak berada di dalam bus. Meski sudah dicari, keberadaan korban juga belum ditemukan. Saat itu, rombongan study tour dipulangkan ke penginapan. Sementara guru pendamping dan Kepala MTsN 2 Tempel Hadlirin melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, dan pihak terkait lainnya.
Setelah dilakukan pencarian melibatkan kepolisian, relawan, Banser dan para pecalang, Yuda ditemukan lemas di hutan Bukit Lesung, tak jauh dari Kebun Raya Bedugul, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. Jarak antara lokasi terakhir dengan ditemukannya korban sekitar dua jam perjalanan. Saat ditemukan, kondisinya lemas namun korban masih bisa diajak berkomunikasi.
“Ditemukan saat itu sudah tidak mengenakan pakaian dan ada luka di bagian kepala sehingga harus dirawat di rumah sakit,” jelasnya, Jumat (7/4/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.