KESEHATAN WILAYAH : Dinkes Nyatakan Gunungkidul Bebas Antraks

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 16 April 2017 06:40 WIB
KESEHATAN WILAYAH : Dinkes Nyatakan Gunungkidul Bebas Antraks

Ilustrasi antraks (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Kewaspadaan akan penyebaran virus ini masih dibutuhkan karena potensi penularan tetap ada

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim wilayah Gunungkidul bebas dari penyebaran antraks. Adapun, kewaspadaan akan penyebaran virus ini masih dibutuhkan karena potensi penularan tetap ada, khususnya berasal dari daerah luar.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonensis Dinkes Gunungkidul Yudo Hendratmo mengatakan berdasarkan pemantauan dan evaluasi dengan Dinkes DIY, Gunungkidul masuk dalam kategori wilayah yang bebas antraks.

Predikat itu di satu sisi merupakan hal yang mengembirakan namun di sisi lainnya harus tetap waspada karena virus itu masih dapat masuk, khususnya melalui lalu lintas hewan ternak dari luar Gunungkidul. “Beberapa daerah seperti Bantul dan Kulonprogo ada indikasi penyebaran virus tersebut,” katanya, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Yudo, peyebaran antraks dapat dicegah. Selain terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hewan peliharaan kambing atau sapi yang mati mendadak.

Jika menemukan ternak yang tiba-tiba mati, masyarakat diminta melaporkan ke petugas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengindarkan dari sebaran penyakit. “Hewan mati mendadak lebih baik di kubur saja,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online