Disertasi FH UII Ungkap Timpangnya Relasi Rakyat dan DPR
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Abdi Dalem membawa nampan berisi apem yang dibawa dari Bangsal Kencono menuju Kraton Kilen di Kompleks Kraton Jogja seusai acara Sugengan jumenangan dalem ingkang sinuwun Sri Sultan HB X, Rabu (26/4/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Jumenengan Dalem diadakan di Kompleks Kraton Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA -- Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar tradisi Sugengan dalam rangkaian jumenangan dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kencono, Kompleks Kraton Jogja, Rabu (26/4/2017). Acara itu itu digelar untuk memperingati 29 tahun bertahtanya Sri Sultan HB X. Proses upacara tidak berbeda dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga : http://www.harianjogja.com/2015/05/19/jumenengan-dalem-gkr-mangkubumi-tampil-menjadi-penyelamat-605647">JUMENENGAN DALEM : GKR Mangkubumi Tampil Menjadi Penyelamat
Sugengan itu dilakukan sebagai wujud syukur sekaligus permintaan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berbagai uba rampe yang disajikan dalam tradisi itu menggambarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.
Sekitar pukul 10.00 WIB, berbagai uba rampe sugengan diarak keluar menuju Bangsal Kencono, halaman Kedhaton. Berbagai uba rampe tersebut dibawa oleh abdi dalem keparak yang didominasi kaum perempuan. Tiga putri raja yang turut dalam prosesi itu antara lain, GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono dan GKR Bendara. Setelah seluruhnya siap kemudian dilanjutkan dengan kenduri yang didoakan oleh penghulu Kraton. Berbagai uba rampe tersebut selanjutnya ada yang dibagikan kepada para abdi dalem. Namun beberapa di antaranya akan dilabuh di beberapa titik seperti Gunung Merapi, Pantai Parangkusumo dan Gunung Lawu
"Dari tahun ke tahun acara sugengan sama, seperti tadi," terang Wakil Penghageng II Widya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Rinto Isworo, Rabu (26/4/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.