Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Polda DIY didesak untuk mengusut dan menangkap para pelaku pembubaran diskusi dan pameran seni tentang Wiji Tukul
Harianjogja.com, JOGJA-Dewan Penasehat Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII) mendesak Polda DIY untuk mengusut dan menangkap para pelaku pembubaran diskusi dan pameran seni tentang Wiji Tukul, aktifis yang hilang sejak 1998 dan belum ditemukan sampa sekarang.
Pameran karya Andreas Iswinarto tentang aktivis Wiji Thukul yang digelar di Sekretarit Pusham UII di Banguntapan, Bantul, dibubarkan oleh ormas yang berseragam Pemuda Pancasila, Senin (8/5/2017).
“Menuntut aparat kepolisian Polda DIY mengusut tuntas dengan menangkap para pelaku pembubaran dengan tindakan kekerasan dan ancaman terhada diskusi dan pameran seni lukisan,” kata Direktur Pusham UII, Eko Riyadi, dalam keterangan persnya, Selasa (9/5/2017).
Tuntutan juga ditujukan kepada Gubernur DIY agar mengawal kasus tersebut, kepada Komnas HAM untuk memberi perhatian pada kasus-kasus serupa khususnya yang terjadi di DIY, Komisi Kepolisian Nasional untuk memeriksa karena ada indikasi pembiaran dari Polres Bantul, dan kepada Presiden RI agar menegakkan konstitusi dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat dengan memerintahkan Polri menjadi pelindung kebebasan HAM.
Desakan pengusutan pembubaran diskusi dan pameran lukisan juga disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja dan Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo).
Eko mengungkapkan, diskusi dan pameran bertema “Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa” itu rencananya digelar sampai 11 Mei besok.
Namun Senin lalu didatangai sejumlah orang yang mengenakan atribut Pemuda Pancasila. Ormas tersebut menanyakan izin, lalu mereka masuk ruang pameran dan merusak dan mencopot beberapa lukisan yang ditempel di dinding.
Pusham UII sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda DIY. Eko mengecam tindakan pembubaran tersebut. “Perbuatan kelompok oran tersebut adalah sebuah kejahatan dan peanggaran atas jaminan hak asasi manusia,” ujar dia. Eko memastikan pameran akan tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Ketua Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila Wilayah DIY, Faried Giant Soeparjan saat dimintai konfirmasi mengatakan tidak ada persoalan dengan Pusham UII.
“Saya dengan Pemuda Pancasila dan Elemen Merah Putih Jogja adalah warga Jogja intoleran terhadap semua gerakan, faham, aliran anak turun komunis dan separatis yang ada di DIY.” Kata Faried.
Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dhofiri mengatakan menyatakan sudah menindaklanjuti laporan dengan mendatangi Pusham UII. Pihaknya juga sudah melakukan pengamanan untuk menghindari bentrokan, “Jangan sampai terjadi bentrokan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.