BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Rencana pembangunan jalan tol di wilayah DIY akan mengacu pada hasil studi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)
Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pembangunan jalan tol di wilayah DIY akan mengacu pada hasil studi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=833300">Sultan Tidak Setuju Adanya Jalan Tol di DIY
Direktur Proyek Jalan dan Jembatan KPPIP Max Antameng mengaku tidak masalah dengan adanya penolakan Sultan HB X terkait pembangunan jalan tol di wilayah DIY. "KPPIP nantinya tetap berpaku pada hasil studi," tegasnya, saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (9/8/2017) dalam kegiatan penyusunan outline business proyek jalan Tol Jogja Bawen di Easparc Hotel.
Jika Pemda DIY tidak mau dengan hasil studi yang diajukan maka akan diperbaiki. "Bisa saja jalan tolnya tidak masuk Jogja, misalnya, menggunakan perbatasan di Jawa Tengah. Tapi sekali lagi ini belum final," katanya.
Max menilai, Sultan hanya menyontohkan atau meriver pada satu kasus saja. Sayangnya, lanjut Max media menyamaratakan pada semua pembangunan jalan Tol di DIY.
"Kalau saya lihat sepertinya hanya diblowup media. Ini masih punya tahapan disetujui tapi tetap ada aturan enggeering yang perlu dipertimbangkan," kata Max.
Kegiatan penyusunan outline business proyek jalan Tol Jogja Bawen tersebut selain melibatkan Pemda setempat juga sejumlah konsultan.
Kepada Harianjogja.com, Sekda Sleman Sumadi mengatakan, kegiatan tersebut baru pertemuan awal. "Ini baru studi. Jadi belum menghasilkan apa-apa," katanya.
Menurutnya, rencana pembangunan Tol Jogja Bawen sudah ada dalam rencana strategis pembangunan nasional. Pada dasarnya, kata Sumadi, mendukung rencana tersebut. "Hanya saja, masih dibutuhkan pembahasan lebih dalam lagi," kata Sumadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
PAPUHY menetapkan Wasis Utomo sebagai ketua periode 2026–2029 untuk memperkuat kolaborasi pengusaha haji dan umrah serta meningkatkan layanan jemaah.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan fokus pada rehabilitasi, pengawasan obat berbahaya, dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Polda Jatim memeriksa abu, tulang, dan mesin pencacah dalam penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.