Pendataan Lahan KAI di Pengok, Kraton Tidak Ikut Campur

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 22 Agustus 2017 20:55 WIB
Pendataan Lahan KAI di Pengok, Kraton Tidak Ikut Campur

UJI COBA--Rangkaian kereta rel diesel (KRD) melintas di jembatan di atas Jl Ahmad Yani Wonogiri saat uji coba dan inspeksi rel yang dipimpin Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono, Rabu (4/5/2011).

Kraton tidak akan ikut campur dalam pendataan lahan yang dilakukan PT.Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Pengok, Demangan, Gondokusuman

 
Harianjogja.com, JOGJA -Kraton tidak akan ikut campur dalam pendataan lahan yang dilakukan PT.Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Pengok, Demangan, Gondokusuman yang mendapat perlawanan dari warga. Kraton menyerahkan penyelesaian dilakukan KAI dan warga.

“Sepanjang tidak ada permintaan, kami enggak akan ikut campur,” kata Tim Hukum Kraton, Achiel Suyanto, Selasa (22/8/2017).

Achiel memastikan lahan di Pengok atau selatan Balai Yasa yang ditempati warga adalah lahan Sultan Grond (SG). Lahan itu, kata dia, hak pakainya adalah milik KAI sejak lama dan rutin diperbaharui.

Ia menegaskan, tidak ada permintaan baik dari PT.KAI mau pun dari warga agar Kraton turut campur dalam persoalan tersebut. “Kalau ada permintaan baru kita tindaklanjuti, kalau enggak ya enggak boleh ikut campur,” ujar Achiel.

Diketahui proses pendataan lahan KAI di tiga kampung di wilayah Demangan dua pekan lalu mendapat penolakan. Warga khawatir pendataan tersebut sebagai pintu masuk KAI untuk menggusur warga. Mereka menyadari menempati lahan SG namun tidak mengakui hak pakainya ada pada KAI.

Rencana pendataan rumah warga yang sudah ditempati puluhan tahun itu menyasar tiga kampung yang terdiri dari lima rukun warga (RW), yakni RW08-12. Setiap RW ada empat rukun tetangga, masing-masing RT terdapat 40-50 kepala keluarga (KK).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online