Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Selokan Mataram. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Lalu lintas Sleman, kemacetan di area Selokan Mataram mendapat perhatian Dishub
Harianjogja.com, SLEMAN -- Penerapan jalur searah di sekitar jalan selokan mataram masih menunggu pelebaran jembatan Pringwulung. Jika tidak ada perubahan, pelebaran jalan tersebut dilakukan tahun ini.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=850245"> LALU LINTAS SLEMAN : Penerapan Jalur Searah di Area Selokan Mataram Tunggu Pelebaran Jembatan
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Sulton Fathoni menyampaikan ke depan, Pemerintah DIY juga berencana membangun jalan di sisi utara Selokan Mataram itu. Kondisi yang sama juga sudah diterapkan di sepanjang selokan Mataram Mrican hingga Gejayan.
"Rencana ke depan akan dibuat jalan dua sisi (utara-selatan) dari Jalan Gejayan sampai Seturan," katanya, Sabtu (9/9/2017).
Dia beralasan, perubahan arus di sepanjang jalan tersebut diperlukan karena persimpangan jalan Wahid Hasyim dengan jalan Selokan Mataram sudan cukup jenuh. Bahkan, lanjutnya, pada jam-jam tertentu terjadi antrian panjang di lokasi tersebut.
"Tidak hanya di sana, di hampir semua persimpangan dengan jalan Selokan Mataram menimbulkan antrian panjang," jelasnya.
Antrian panjang sering terjadi karena volume kendaraan yang masuk cukup tinggi. Jalan tersebut bahkan menjadi alternatif bagi masyarakat dibandingkan jalan utama seperti jalan Gejayan (Affandi) maupun jalan Babarsari. Untuk mengurangi tingkat kejenuhan itu penerapan jalan searah perlu dilakukan untuk menyederhanakan titik konflik di persimpangan.
"Kalau ini diterapkan, prediksi kami mampu menurunkan beban jalan antara 20-30 persen," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Pemerintah membagi penanganan karhutla per wilayah dan memprioritaskan enam provinsi, dengan pengerahan 12.880 personel.
Regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran dibatalkan Disdikpora Kulonprogo setelah mendapat penolakan warga karena lokasi sekolah lebih jauh.
Single parent di Kulonprogo berpenghasilan rata-rata Rp50.000 sehari, tetapi masuk Desil 9 dan khawatir KIP-K serta BPJS PBI dicabut.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.