Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Lima hari sekolah, penguatan karakter menjadi prioritas
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sekolah yang bakal menerapkan sistem lima hari sekolah diminta untuk melaporkan pertimbangan dan kesiapannya pada Dinas Pendidikan Sleman. Hal ini dilakukan guna memastikan aspek penguatan karakter dalam sistem lima hari sekolah berjalan sesuai dengan amanat Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Halim Sutono mengatakan baik SD dan SMP dibebaskan untuk menerapkan pendidikan dalam lima atau enam hari sekolah.
“Diserahkan ke masing-masing sekolah, poinnya pendidikan karakter,” terangnya, Selasa (11/9/2017).
Koordinasi harus dilakukan antara pihak sekolah dengan komite sekolah guna mempertimbangkan ketersediaan sarana prasarana, kecukupan tenaga pendidikan, dan kearifan lokal.
Khusus bagi sekolah yang akan mengambil opsi lima hari sekolah diharuskan meminta pendapat dari tokoh masyarakat setempat di luar komite. Konsultasi ini menjadi solusi agar pendidikan dengan jam harian yang lebih panjang ini tetap sejalan dengan visi perpres yang diteken presiden beberapa hari lalu. Jika kemudian disetuji maka pihak sekolah diminta menjabarkan alasan serta pemberitahuan kepada pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.