Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ki Ledjar Subroto, sang pelestari wayang kancil wafat di Rumah Sakit Panti Rapih, Sabtu (23/9).
Harianjogja.com, JOGJA -Ki Ledjar Subroto, sang pelestari wayang kancil wafat di Rumah Sakit Panti Rapih, Sabtu (23/9/2017). Ia meninggal dunia dalam usia 79 tahun karena sesak napas sekitar pukul 11.55 WIB.
Kabar duka almarhum ini sempat mengagetkan keluarganya, karena selama ini Ledjar jarang mengeluh sakit, "Semalam masih mau makan sampai nambah tiga kali," ujar Lastri, keponakan Ki Ledjar.
Ledjar selama ini tinggal bersama keponakannya tersebut karena tidak memiliki anak. Ia tinggal di rumah sederhana di Jalan Mataram, Sosrokusuman, Suryatmajan, Danurejan.
Beberapa jam sebelum meninggal, Ledjar sudah tidak mau makan dan minum, bahkan keluaganya sempat memanggil dokter. Kemudian disarankan untuk dibawa ke rumah sakit. "Sampai rumah sakit masih bernafas dengan alat bantuan pernafasan kemudian meninggal pukul 11.55 WIB," katanya.
Lastri mengaku sejak kecil tinggal bersama pakdenya tersebut. Sejak saat itu pula ia mengenal Ledjar sebagai sosok yang tak kenal lelah. Hampir sepanjang malam Ledjar menghabiskan waktunya menatah wayang dan menerima tamu. Ia hanya istirahat mulai sekitar pukul 05.00-11.00 WIB. Selebihnya kembali beraktivitas.
Sejumlah tamu yang datang ke rumahnya, selain seniman, sebagian besar adalah para peneliti dan tugas-tugas kuliah seputar pedalangan dan pewayangan.
Sejak siang hingga sore hari ini, rumah Ledjar dipadati dengan para pelayat. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kuncen Wirobrajan, besok Minggu (24/9/2017), sekitar pukul 10.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.